kecilkan semua  

Teks -- Amsal 22:22-29 (TB)

Tampilkan Strong
Konteks
22:22 Janganlah merampasi orang lemah, karena ia lemah, dan janganlah menginjak-injak orang yang berkesusahan di pintu gerbang. 22:23 Sebab TUHAN membela perkara mereka, dan mengambil nyawa orang yang merampasi mereka. 22:24 Jangan berteman dengan orang yang lekas gusar, jangan bergaul dengan seorang pemarah, 22:25 supaya engkau jangan menjadi biasa dengan tingkah lakunya dan memasang jerat bagi dirimu sendiri. 22:26 Jangan engkau termasuk orang yang membuat persetujuan, dan yang menjadi penanggung hutang. 22:27 Mengapa orang akan mengambil tempat tidurmu dari bawahmu, bila engkau tidak mempunyai apa-apa untuk membayar kembali? 22:28 Jangan engkau memindahkan batas tanah yang lama, yang ditetapkan oleh nenek moyangmu. 22:29 Pernahkah engkau melihat orang yang cakap dalam pekerjaannya? Di hadapan raja-raja ia akan berdiri, bukan di hadapan orang-orang yang hina.
Paralel   Ref. Silang (TSK)   Ref. Silang (FULL)   ITL  
Daftar Isi

Catatan Kata/Frasa
Jerusalem , Ende , Ref. Silang FULL

Catatan Kata/Frasa
Wycliffe

Catatan Rentang Ayat
SH , Topik Teologia

kecilkan semua
Tafsiran/Catatan -- Catatan Kata/Frasa (per frasa)

Jerusalem: Ams 22:22 - di pintu gerbang Di pintu gerbang kota dipersidangkan masakah umum, bdk Ams 24:7, dan diadakan pengadilan, bdk Maz 127:5+.

Di pintu gerbang kota dipersidangkan masakah umum, bdk Ams 24:7, dan diadakan pengadilan, bdk Maz 127:5+.

Jerusalem: Ams 22:26 - membuat persetujuan Bdk Ams 17:18+

Bdk Ams 17:18+

Jerusalem: Ams 22:26 - penanggung Bdk Ams 6:1+.

Bdk Ams 6:1+.

Ende: Ams 22:22 - pada pintu-gerbang ialah pada pengadilan jang biasa berlangsung pada pintu gerbang kota.

ialah pada pengadilan jang biasa berlangsung pada pintu gerbang kota.

Ref. Silang FULL: Ams 22:22 - orang lemah // pintu gerbang · orang lemah: Im 25:17; Im 25:17; Ayub 5:16; Ayub 5:16 · pintu gerbang: Kel 23:6; Kel 23:6

· orang lemah: Im 25:17; [Lihat FULL. Im 25:17]; Ayub 5:16; [Lihat FULL. Ayub 5:16]

· pintu gerbang: Kel 23:6; [Lihat FULL. Kel 23:6]

Ref. Silang FULL: Ams 22:23 - membela perkara // merampasi mereka · membela perkara: Ayub 29:16; Ayub 29:16; Mazm 140:13 · merampasi mereka: Est 8:1; Est 9:1; Est 9:1; Ams 23:10-11

· membela perkara: Ayub 29:16; [Lihat FULL. Ayub 29:16]; Mazm 140:13

· merampasi mereka: Est 8:1; Est 9:1; [Lihat FULL. Est 9:1]; Ams 23:10-11

Ref. Silang FULL: Ams 22:25 - memasang jerat · memasang jerat: 1Kor 15:33

· memasang jerat: 1Kor 15:33

Ref. Silang FULL: Ams 22:26 - membuat persetujuan · membuat persetujuan: Ams 6:1-5

· membuat persetujuan: Ams 6:1-5

Ref. Silang FULL: Ams 22:27 - dari bawahmu · dari bawahmu: Ams 11:15; Ams 11:15; Ams 17:18; Ams 17:18

· dari bawahmu: Ams 11:15; [Lihat FULL. Ams 11:15]; Ams 17:18; [Lihat FULL. Ams 17:18]

Ref. Silang FULL: Ams 22:28 - batas tanah · batas tanah: Ul 19:14; Ul 19:14

· batas tanah: Ul 19:14; [Lihat FULL. Ul 19:14]

Ref. Silang FULL: Ams 22:29 - yang cakap // hadapan raja-raja // akan berdiri · yang cakap: 1Raj 11:28; 1Raj 11:28 · hadapan raja-raja: Kej 39:4; Kej 39:4 · akan berdiri: Kej 41:46; Kej 41:46

· yang cakap: 1Raj 11:28; [Lihat FULL. 1Raj 11:28]

· hadapan raja-raja: Kej 39:4; [Lihat FULL. Kej 39:4]

· akan berdiri: Kej 41:46; [Lihat FULL. Kej 41:46]

kecilkan semua
Tafsiran/Catatan -- Catatan Kata/Frasa (per Ayat)

Wycliffe: Ams 22:17--24:22 - -- III. Amsal-amsal Orang Bijak, Tiga Puluh Amsal. 22:17-24:22 Bagian sebelumnya, 10:1-22:16, memakai judul, "Beberapa Macam Amsal Salomo." Bagian itu h...

III. Amsal-amsal Orang Bijak, Tiga Puluh Amsal. 22:17-24:22

Bagian sebelumnya, 10:1-22:16, memakai judul, "Beberapa Macam Amsal Salomo." Bagian itu hampir seluruhnya terdiri tas ayat-ayat dua bagian. Bagian yang sekarang ini terdiri atas satuan-satuan lebih panjang, sering merupakan bait-bait empat bagian, atau "tetrastichs" (mis, ay. 23). Tidaklah tepat untuk mengatakan, seperti Oesterley dan Fritsch, bahwa pada LXX, 22:17 mempunyai judul "Amsal-amsal Orang Bijak," sebab dalam bahasa Yunani "Amsal-amsal" berkedudukan sebagai pelengkap sebuah kata kerja (kasus datif), sementara dalam judul kata itu tentu merupakan kasus nominatif. Terjemahan LXX agak bebas, tetapi pada hakikatnya menyerupai teks Ibrani, kecuali bahwa LXX memasukkan dua kata dari ayat 18 ke dalam ayat 17. Frasa "Amsal-amsal Orang Bijak," yang terdapat dalam teks Yunani maupun teks Ibrani, bagaimanapun memang secara cocok menandai bagian ini.

Wycliffe: Ams 22:17--23:12 - -- A. AMSAL-AMSAL YANG MEMILIKI PERSAMAAN DENGAN HIKMAT BANGSA MESIR. 22:17- 23:12. Berbagai persamaan dari bagian ini dengan Wisdom of Amen-em-Opet (Hi...

A. AMSAL-AMSAL YANG MEMILIKI PERSAMAAN DENGAN HIKMAT BANGSA MESIR. 22:17- 23:12.

Berbagai persamaan dari bagian ini dengan Wisdom of Amen-em-Opet (Hikmat dari Amen-em-Opet) diangkat dari ANET, dan bisa dengan baik ditemukan dengan mengacu pada tabel di bagian bawah dari hlm. 424 dalam karya itu. (Untuk melihat pembahasan tentang persamaan-persamaan ini dan artinya, lihat Pendahuluan, Amsal dan Sastra Hikmat Lain.)

Wycliffe: Ams 22:23 - Sebab TUHAN membela perkara mereka 23. Sebab TUHAN membela perkara mereka. Ini tidak ada paralelnya dalam Amen-em-Opet. Bagaimanapun, karya bangsa Mesir tersebut hanya memberikan pernya...

23. Sebab TUHAN membela perkara mereka. Ini tidak ada paralelnya dalam Amen-em-Opet. Bagaimanapun, karya bangsa Mesir tersebut hanya memberikan pernyataan-pernyataan (diktum-diktum) moral berdasarkan akal sehat. Amsal menyerap diktum-diktum ini dari banyak sumber dan menjadikannya sebagai latar belakang pengajaran ilahi.

Wycliffe: Ams 22:24 - Orang yang lekas gusar ... seorang pemarah 24. Orang yang lekas gusar ... seorang pemarah. Harfiahnya, seorang tukang marah ... seorang yang suka murka. Amsal 29:22 memiliki fraseologi yang mir...

24. Orang yang lekas gusar ... seorang pemarah. Harfiahnya, seorang tukang marah ... seorang yang suka murka. Amsal 29:22 memiliki fraseologi yang mirip, tetapi kebalikannya: "Si pemarah ... orang yang lekas gusar." Hikmat Mesir yang mirip ialah: "Jangan bergaul dengan orang pemarah atau mengunjunginya untuk bercakap-cakap." Beberapa kali Amen-em-Opet membedakan orang "pemarah" dengan orang yang "tenang"; yakni antara orang yang impulsif dengan orang yang saleh dan rendah hati. (ANET, hlm. 422, cat. 7).

Wycliffe: Ams 22:25 - Supaya engkau jangan menjadi biasa dengan tingkah lakunya 25. Supaya engkau jangan menjadi biasa dengan tingkah lakunya. Hikmat bangsa Mesir yang diduga mirip itu, "Supaya jangan kengerian menghanyutkan engka...

25. Supaya engkau jangan menjadi biasa dengan tingkah lakunya. Hikmat bangsa Mesir yang diduga mirip itu, "Supaya jangan kengerian menghanyutkan engkau," tidak meyakinkan.

Wycliffe: Ams 22:26 - Yang membuat persetujuan 26. Yang membuat persetujuan. Tidak ada yang dinyatakan paralel dengan 22:26,27. Mengenai bahaya menjadi penanggung, lihat tafsiran atas 6:1.

26. Yang membuat persetujuan. Tidak ada yang dinyatakan paralel dengan 22:26,27. Mengenai bahaya menjadi penanggung, lihat tafsiran atas 6:1.

Wycliffe: Ams 22:28 - Jangan engkau memindahkan batas tanah yang lama 28. Jangan engkau memindahkan batas tanah yang lama. Hikmat Mesir mengatakan, "Jangan memindahkan batas tanah pada perbatasan tanah yang subur ... ata...

28. Jangan engkau memindahkan batas tanah yang lama. Hikmat Mesir mengatakan, "Jangan memindahkan batas tanah pada perbatasan tanah yang subur ... atau melanggar batas tanah milik seorang janda." Memindahkan batas tanah berarti memalsukan survei tanah dan mencuri tanah (bdg. Ul. 19:14 dan 27:17). Ayat ini tidak mengajarkan pemujaan terhadap batas-batas historis, tetapi menghormati hak milik perorangan. Amsal bangsa Mesir memiliki kemiripan, tetapi secara khusus disesuaikan dengan Lembah Nil. Ada yang berpendapat (Toy, hlm. viii) bahwa pengulangan sebuah amsal mendukung dugaan adanya dua kumpulan, sebab satu pengarang tidak akan mengulangi karyanya sendiri. Akan tetapi, dalam kumpulan berisi "tiga puluh" tersebut, amsal ini muncul untuk kali kedua, tetapi dengan penutup berbeda (23:10). Yang menarik, versi bahasa Inggris dari Amen-em-Opet juga mengandung pengulangan tiga baris teks (ANET, hlm. 422, kol. 2; hlm. 423, kol. 2). Karena pengulangan seperti itu kelihatannya mempunyai tujuan, maka pengulangan itu tidak mungkin dipakai untuk membuktikan adanya dua penulis. (Bdg. Pendahuluan, Kumpulan-kumpulan dalam Kitab Amsal).

Wycliffe: Ams 22:29 - Orang yang cakap dalam pekerjaannya // cakap 29. Orang yang cakap dalam pekerjaannya. Karena orang Mesir mengatakan, "Ahli kitab yang berpengalaman dalam pekerjaannya, dia ternyata pantas menjadi...

29. Orang yang cakap dalam pekerjaannya. Karena orang Mesir mengatakan, "Ahli kitab yang berpengalaman dalam pekerjaannya, dia ternyata pantas menjadi anggota keluarga istana," dan karena dalam Perjanjian Lama kata cakap kadang-kadang dikaitkan dengan ahli-ahli kitab, maka Oesterley dan Fritsch menganggap yang dimaksudkan di sini ialah ahli kitab. Tetapi, tidak ada jaminan untuk pembatasan ini. Bangsa Mesir dalam Amen-em-Opet dan dalam karya lain ("In Praise of Learned Scribes," ANET, hlm. 432, 434) mengagungkan pekerjaan para ahli kitab sebagai profesi yang lebih tinggi daripada semua profesi lain. Orang Ibrani menghormati kecakapan dalam pekerjaan apa pun.

buka semua
Tafsiran/Catatan -- Catatan Rentang Ayat

SH: Ams 22:17-29 - Pendidikan melalui amsal (Selasa, 6 November 2007) Pendidikan melalui amsal Pelajaran tentang hikmat sangat berharga. Selain itu juga sangat penting! Hikmat akan mengajar kita bagaimana kita harus...

SH: Ams 22:17-29 - Bagaimana hidup bijaksana? (Kamis, 26 Oktober 2000) Bagaimana hidup bijaksana? Setiap orang mendambakan hidup bijaksana, tetapi apakah setiap orang tahu bagaimana caranya? Amsal-amsal orang bija...

Topik Teologia: Ams 22:22 - -- Dosa Dosa-dosa Terhadap Sesama Dosa-dosa Merugikan Orang Lain Penindasan Ayu 6:27 Ayu 20:19-22 Ayu 22:5-9 Ayu 24:21 A...

buka semua
Pendahuluan / Garis Besar

Full Life: Amsal (Pendahuluan Kitab) Penulis : Salomo dan Orang Lain Tema : Hikmat untuk Hidup dengan Benar Tanggal Penulisan: Sekitar 970-700 SM Latar Belakang PL...

Full Life: Amsal (Garis Besar) Garis Besar I. Prolog: Maksud dan Tema-Tema Amsal (Ams 1:1-7) II. Tiga Belas Ajaran Hikmat bagi Kaum Muda (Ams 1...

Jerusalem: Amsal (Pendahuluan Kitab) KITAB AMSAL PENGANTAR Kitab Amsal adalah karya yang paling jelas memperlihatkan apa itu sastera kebijaksanaan di Israel (bdk Pengantar umum dari kitab...

Ende: Amsal (Pendahuluan Kitab) AMSAL SULAIMAN PENDAHULUAN Bagian2 tertua dari kesusasteraan Kebidjaksanaan Hibrani dengan djelasnja terdapat dalam kitab jang berdjudul "Amsal Sulaim...

Wycliffe: Amsal (Pendahuluan Kitab) PENDAHULUAN AMSAL AJARAN DARI AMSAL. Inti dari Kitab Amsal ialah ajaran tentang prinsip moral dan prinsip etika. Keunikan kitab ini adalah bahwa seba...

Wycliffe: Amsal (Garis Besar) GARIS BESAR AMSAL I. Penghargaan Salomo terhadap hikmat, yaitu takut akan Tuhan. 1:1-9:18. A. Pendahuluan. 1:1-7 B. Perempu...

BIS: Amsal (Pendahuluan Kitab) AMSAL PENGANTAR Buku Amsal adalah suatu kumpulan ajaran tentang cara hidup yang baik. Ajaran-ajaran itu diungkapkan dalam bentuk petuah, peribahasa

AMSAL

PENGANTAR

Buku Amsal adalah suatu kumpulan ajaran tentang cara hidup yang baik. Ajaran-ajaran itu diungkapkan dalam bentuk petuah, peribahasa dan pepatah. Kebanyakan di antaranya menyangkut persoalan-persoalan yang timbul dalam hidup sehari-hari. Buku ini mulai dengan peringatan ini, "Untuk memperoleh pengetahuan, orang harus pertama-tama mempunyai rasa hormat dan takut kepada TUHAN." Selain tentang cara-cara hidup yang baik, buku ini mengajar orang untuk memakai pikiran sehat dan bersopan santun. Peribahasanya banyak dan menunjukkan betapa dalamnya pengetahuan guru- guru Israel zaman dahulu mengenai sikap dan tindakan orang bijaksana dalam keadaan-keadaan tertentu. Petuah-petuah itu menyangkut berbagai bidang, termasuk hubungan dalam keluarga, urusan dagang, sopan santun dalam pergaulan, perlunya menguasai diri. Kecuali itu, buku ini banyak juga mengemukakan sifat-sifat yang baik, seperti misalnya: rendah hati, sabar, menghargai orang miskin dan setia kepada kawan.

Isi

  1.  Hikmat diagungkan
    Ams 1:1-9:18
  2.  Petuah-petuah Salomo
    Ams 10:1-29:27
  3.  Ucapan-ucapan Agur
    Ams 30:1-33
  4.  Ucapan-ucapan Lemuel
    Ams 31:1-9
  5.  Pujian kepada istri yang berbudi
    Ams 31:10-31

Ajaran: Amsal (Pendahuluan Kitab) Tujuan Supaya anggota kelompok mengerti seluruh Kitab Amsal yang mengajarkan asas-asas dari kehidupan yang dijalankan dengan hikmat dan penuh rasa t

Tujuan

Supaya anggota kelompok mengerti seluruh Kitab Amsal yang mengajarkan asas-asas dari kehidupan yang dijalankan dengan hikmat dan penuh rasa takut kepada Tuhan. Pelajaran ini dapat mendorong mereka untuk melaksanakannya.

Pendahuluan

Penulis : Kitab Amsal ditulis oleh beberapa orang, tetapi penulis yang terbanyak adalah raja Salomo. Sedangkan penulis-penulis lainnya adalah Agur dan ibu raja Lemuel.

Isi Kitab: Kitab Amsal terdiri dari 31 pasal. Kitab Amsal berisikan kata-kata hikmat yang mengajarkan asas-asas dari kehidupan yang dijalankan dengan penuh rasa takut kepada Tuhan.

I. Ajaran-ajaran utama dalam Kitab Amsal

  1. Pasal 1 (Ams 1:1-7).

    Tujuan Amsal-Amsal

    Amsal memberi pengetahuan akan hikmat. Amsal memberikan kepandaian. Amsal memberikan kejujuran. Amsal memberikan pengetahuan tentang takut akan Tuhan.

  2. Pasal 1-9 (Ams 1:8-9:18).

    Amsal tentang hikmat

    Bagian ini berisikan ajaran tentang pentingnya seorang muda mencari hikmat.

    Pendalaman

    1. Bacalah pasal Ams 2:1-22. Jelaskanlah cara mencari hikmat dan kepentingannya.
    2. Apakah berkatnya bagi seorang yang berhikmat? (pasal 3; Ams 3:1-35).
  3. Pasal 10-24 (Ams 10:1-24:34).

    Amsal-Amsal Salomo sebagai anjuran supaya berakal budi

    Bagian ini menjelaskan tentang tindakan orang yang berakal budi dan yang tidak berakal budi, serta segala suatu akibat dari tindakan tersebut.

    Pendalaman

    1. Bacalah pasal Ams 15:21-24. Apakah yang dikatakan tentang kesukaan orang yang tida berakal budi? Dan ke manakah jalan orang yang berakal budi?
    2. Bacalah pasal Ams 23:17-18. Apakah akibatnya jikalau seseorang takut akan Tuhan?
  4. Pasal 25-29 (Ams 25:1-29:27).

    Amsal-Amsal Salomo yang dikumpulkan pegawai raja Hizkia Bagian ini menjelaskan tentang cara mengatasi kesombongan.

    Pendalaman

    Bacalah pasal Ams 27:1-2; 29:23. Apakah yang dikatakan tentang cara mengatasi kesombongan?

  5. Pasal 30-31 (Ams 30:1-31:31).

    Amsal Agur bin Yake dan Ibu Raja Lemuel

    Amsal ini berbicara mengenai doa dan ajaran hidup, serta tabiat seorang istri yang baik.

    Pendalaman

    1. Apakah yang menjadi perisai bagi seorang dalam hidup? Dan bagaimanakah hidup yang baik itu? (pasal Ams 30:5-9).
    2. Bagaimanakah tabiat seorang istri yang baik? (pasal Ams 31:10-31).

II. Kesimpulan/penerapan

  1. Kitab Amsal mengajarkan tentang kehidupan di dala kebenaran, keadilan dan kejujuran.
  2. Kitab Amsal mengajarkan arti dan tujuan dari kehidupan manusia.
  3. Kitab Amsal mengajarkan kemuliaan dari seorang istri yang bijaksana.
  4. Kitab Amsal mengajarkan akibat-akibat dari kemalasan.
  5. Kitab Amsal mengajarkan bahwa pengetahuan yang tidak diserta dengan takut akan Allah merupakan suatu hal yang tidak berguna.
  6. Kitab Amsal membuat seorang yang tidak berpengalaman di dala kehidupan dapat mempunyai pengetahuan akan arti dan tujuan kehidupan.

Pertanyaan-pertanyaan yang Dapat Digunakan untuk Tanya Jawab

  1. Siapakah penulis Kitab Amsal?
  2. Apakah tujuan Kitab Amsal?
  3. Apakah permulaan dari segala pengetahuan/hikmat? (Ams 1:7).
  4. Apakah kegunaan mempelajari Kitab Amsal ini bagi seseorang?

Intisari: Amsal (Pendahuluan Kitab) Jadilah bijaksana! KITAB KEBIJAKSANAANAmsal merupakan hasil karya beberapa penulis, tiga di antaranya dikenal dengan nama -- Salomo, Agur dan Lemuel.

Jadilah bijaksana!

KITAB KEBIJAKSANAAN
Amsal merupakan hasil karya beberapa penulis, tiga di antaranya dikenal dengan nama -- Salomo, Agur dan Lemuel. Paling sedikit satu bagian dari kitab ini ditulis oleh orang yang tidak dikenal. Kitab ini kebanyakan berisi petuah-petuah Salomo (Ams 10:1-22:16; 25:1-29:27). Dia dikenal sebagai penulis 3.000 Amsal dan 1.005 lagu-lagu (1Ra 4:31-32). Kitab ini berisi hasil penelitian lengkap yang telah dikumpulkan oleh Salomo dan para penulis lainnya dari berbagai sumber, ditambah dengan pengalaman hidup mereka sendiri. Tujuan dari kitab ini jelas terangkum dalam pembukaannya (Ams 1:2-6). Penekanan yang sering diulang-ulang dalam kitab ini adalah takut akan Tuhan.

APAKAH AMSAL ITU?
Pengajaran dengan memakai Amsal merupakan salah satu cara mengajar yang paling kuno di dunia ini. Dalam pengajaran seperti itu dipakai kalimat-kalimat sederhana, yang mudah diingat dan diturunkan dari generasi ke generasi. Salomo adalah seorang yang mepunyai keahlian dalam berbagai bidang. Dia bukan hanya seorang raja, tetapi juga seorang filsuf yang mempunyai kemampuan intuisi dan pengertian yang luar biasa, dan ia juga seorang ilmuwan murni. Tetapi sayang, dalam kehidupan pribadinya, ia tidak selalu hidup sesuai dengan hikmat yang diketahuinya.

HIKMAT DARI ALLAH
Dalam Amsal, hikmat dikatakan sudah ada bersama Allah sepanjang zaman. Hikmat dipersonifikasikan sehingga seringkali dianggap pelambang Kristus (Ams 8:23-31; lihat Yoh 1:2; Ibr 1:2; Kol 2:3). Dijelaskan bahwa hikmat tersedia bagi semua orang. Orang yang bijaksana adalah mereka yang tanggap pada perintah Allah, sedangkan orang yang bodoh mengabaikannya. Hikmat sangat penting di dalam dunia kehidupan (Ams 4:7).

BENTUK
Banyak usaha dilakukan untuk menganalisis Kitab Amsal. Beberapa komentator mengemukakan tiga bagian yang ditandai dengan judul 'amsal salomo' (Ams 1:1; 10:1; 25:1). Selanjutnya ada pendapat bahwa amsal dengan kata ganti orang kedua adalah amsal yang diperuntukkan bagi Salomo yang diajarkan oleh guru-gurunya, sedangkan amsal dengan kata ganti orang ketiga adalah amsal yang dibuat oleh Salomo sendiri. Namun demikian, hal ini sukar dipastikan.

Pesan

Pesan yang terkandung dalam Amsal tidak dapat disingkat seperti yang mungkin dilakukan dengan kitab-kitab lain dalam Alkitab. Sebaiknya kita melihat isinya berdasarkan pokok bahasan yang berbeda-beda, yang dapat kita lihat di sana-sini dalam seluruh kitab. Ajaran-ajaran berikut diajarkan dengan jelas:
o Hikmat merupakan hal utama yang harus kita cari. Ams 1:20-33; 2:1-22; 3:1-35; 4:1-27; 8:1-36; 22:17-24:34
o Jalan orang bodoh -- orang yang mengabaikan kehendak Allah -- adalah jalan menuju bencana. Ams 1:7; 12:16,23; 14:9; 15:20; 17:24; 18:2,6,7; 28:26
o Kemalasan jelas akan membawa aib. Ams 6:6,9; 19:15; 13:4; 15:19; 19:24; 20:4; 21:25; 22:13; 24:30; 26:13,16
o Kawan sejati bernilai tinggi. Ams 17:7; 18:24; 27:6,17
o Kata-kata bukan pengganti perbuatan. Ams 26: 20-28
o Kestabilan masyarakat bermula dari kehidupan keluarga yang sehat. Ams 10:1; 13:1,24; 17:21,25; 19:13,18,27; 20:11; 22:6, 15; 23:13-16, 19-28; 28:7,24; 29:15,17; 30:11,17
o Kehidupan yang saleh diberkati Allah, sebaliknya kehidupan yang jahat membawa aib dan kematian. Ams 3:25; 5:4; 11:29; 14:12

Penerapan

1. Jangan menjadi orang bodoh!
Masalah hikmat dan kebodohan mewarnai seluruh isi Amsal. Penuh hikmat berarti hidup sesuai dengan standar yang ditentukan Allah, bodoh berarti hidup dengan mengabaikan Allah dan hidup hanya diri sendiri. Upah bagi kehidupan orang yang penuh hikmat adalah berkat, tetapi kehidupan orang bodoh akan berakhir dalam kematian dan kebinasaan.

2. Hati-hati dengan kata-katamu
Amsal banyak berbicara mengenai manfaat pembicaraan. Kata-kata mempunyai potensi besar untuk hal-hal yang baik ataupun yang jahat. Orang yang bijaksana dapat mengendalikan lidahnya untuk menghindari gosip atau sanjungan yang sia-sia.

3. Menjalankan kehidupan berkeluarga secara serius
Stabilitas suatu negara ditentukan oleh kualitas kehidupan keluarga dalam negara itu. Para orang tua mempunyai tanggungjawab terhadap anak-anak mereka. Perzinahan adalah dosa.

4. Bekerja keras
'Dalam tiap jerih payah ada keuntungan' (Ams 14:23). Amsal memberikan banyak peringatan mengenai bahaya kemalasan. Tak ada lagi yang perlu dikatakan mengenai kelambanan.

Tema-tema Kunci

1. Kerja
Teks kunci: Ams 6:6-11. Si pemalas membesar-besarkan masalahnya dan tidak melakukan apa-apa (Ams 22:13; 26:13,14; 21:25,26). Perhatikan akibat dari kemalasan (Ams 10:4,5; 12:24; 13:4; 19:15).
Orang yang rajin mengumpulkan kekayaan dengan menggunakan kesempatan yang ada (Ams 10:4,5). Ia diberi tanggung jawab (Ams 12:27) dan menjadi makmur. (Bandingkan Mat 25:24-30; Yoh 9:4; Gal 6:9,10; Efe 5:16).

2. Faedah lidah
Teks kunci: Ams 10:11,13,18-21,31,32. Orang bijaksana berhati-hati dalam menggunakan kata-kata, sedangkan orang bodoh kurang dapat menenggang rasa sehingga menimbulkan sakit hati dan kerugian. (Lihat juga Ams 6:16,18,19; 10:11,19; 11:13; 12:18; 14:23; 15:1; 16:28; 17:9,22; 18:6-8; 20:19; 24:2; 25:11,15,23; 26:20,22,29:11; 31:26. Bandingkan dengan Ams Mat 7:1-1; 12:34-36;15:11,17,18; Yak 3:5-8).

3. Persahabatan
Pasal kunci: Ams 18. sedikit teman akrab lebih baik daripada banyak kenalan. Persahabatan harus dimenangkan; menjalin persahabatan memerlukan temperamen yang baik (Ams 3:29; 25:8,9, 21,22; 24:17,19; 11:12;14:21;21:10;12:26). Seorang sahabat yang baik itu setia dan takpernah meninggalkan (Ams 14:20; 19:4,6,7; 17: 17). Dia juga jujur (Ams 27:6; 29:5). Dia meyakinkan dan mendorong semangat (Ams 17:9,17). Persahabatan sejati memerlukan hikmat dan tenggang rasa (Ams 25:17; 27:14; 26:18,19). Namun demikian, hubungan persahabatan antar manusia selalu mengandung risiko (Ams 2:17; 16:28; 17:9).

4. Kekayaan dan kemiskinan
Pasal kunci: Ams 19. Kekayaan memberikan ke-ntungan-keuntungan yang nyata. Kekayaan memberikan perasaan aman (Ams 10:15; 18:11); membuka berbagai jalan (Ams 18:16); menarik banyak teman (Ams 14:20; 19:4,6). Bersama dengan itu, kekayaan cenderung membuat orang menjadi keras (Ams 18:23) dan memberikannya kekuasaan yang sewenang-wenang (Ams 22:7). Kekayaan menimbulkan percaya diri (Ams 30:8-9). Namun demikian, kekayaan dunia tidaklah kekal (Ams 23:4,5; 27:24). Kekayaan sama sekali tidak dapat membantu pada saat Hari Penghakiman datang (Ams 11:4), sedangkan kocek yang kosong membantu seseorang untuk bergantung sepenuhnya kepada Allah dan hidup dalam kebenaran (Ams 15:16; 28:6). Seorang miskin mungkin saja mempunyai kekayaan yang besar (Ams 13:7; bandingkan dengan Mat 6:19-24; 2Ko 6:10).

Garis Besar Intisari: Amsal (Pendahuluan Kitab) [1] PENDAHULUAN Ams 1:1-7 Ams 1:1Judul Ams 1:2-6Tujuan Amsal Ams 1:7Rahasia [2] BERBAGAI SEGI HIKMAT Ams 1:8-9:18 Ams 1:8-19Kebijaksanaan d

[1] PENDAHULUAN Ams 1:1-7

Ams 1:1Judul
Ams 1:2-6Tujuan Amsal
Ams 1:7Rahasia

[2] BERBAGAI SEGI HIKMAT Ams 1:8-9:18

Ams 1:8-19Kebijaksanaan dalam memilih teman
Ams 1:20-33Tantangan terhadap hikmat
Ams 2:1-22Perlindungan yang diberikan oleh hikmat
Ams 3:1-35Kemakmuran yang diperoleh dari hikmat
Ams 4:1-27Hikmat sepanjang kehidupan
Ams 5:1-23Petuah mengenai perkawinan
Ams 6:1-35Peringatan terhadap kebodohan dan perzinahan
Ams 7:1-27Peringatan terhadap perempuan nakal
Ams 8:1-36Seruan hikmat
Ams 9:1-18Pesta hikmat dan pesta kebodohan

[3] KUMPULAN AMSAL-AMSAL SALOMO Ams 10:1-22:16

[4] PETUAH-PETUAH DARI ORANG BIJAK Ams 22:17-24:34

[5] AMSAL-AMSAL SALOMO LAINNYA Ams 25:1-29:27

[6] PERKATAAN-PERKATAAN AGUR Ams 30:1-33

[7] PERKATAAN-PERKATAAN RAJA LEMUEL Ams 31:1-9

[8] GAMBARAN SEORANG ISTRI YANG CAKAP Ams 31:10-31

Advanced Commentary (Kamus, Lagu-Lagu Himne, Gambar, Ilustrasi Khotbah, Pertanyaan-Pertanyaan, dll)


TIP #16: Tampilan Pasal untuk mengeksplorasi pasal; Tampilan Ayat untuk menganalisa ayat; Multi Ayat/Kutipan untuk menampilkan daftar ayat. [SEMUA]
dibuat dalam 0.15 detik
dipersembahkan oleh YLSA