Amsal
Amsal [haag]
Amsal.
Di dalam ~A. kebenaran umum atau kebijaksanaan-kebijaksanaan hidup diungkapkan dalam cara bicara yang berbentuk peri-bahasa, yang aforistis dan kadang-kadang mengandung ritme dan mempunyai bentuk yang megah. Sebagai sebab untuk membuat ~A. dapatlah dikutip masalah: Kelahiran (Kej 35:17); perkawinan (Kej 24:60); kematian (Ayub 1:21). Sangat tersebar adanya ~A. ejekan atau ~A. memegahkan diri (1Sam 14:12; Mazm 42:4,11). Suku-suku Isr. dilukiskan corak-coraknya yang khusus itu lewat ~A. yang dihubungkan dengan nama mereka (49). Amsal hukum kadang-kadang dikaitkan dengan perbuatan simbolis (Ul 25:9). ~A. hukum yang apodiktis sering dikumpulkan dalam kelompok 10 atau kelompok 12 (Misalnya: --> Dekalog: Kel 20:2-17 dan Dekalog: Ul 27:15-26). Di kalangan ~A. ibadat nomor satu adalah ~A. Allah: Allah berbicara lewat seorang imam atau menjawab lewat sebuah orakel. Di samping itu ditemukan ungkapan Yahwe tentang Dirinya atau tuntutan Yahwe terhadap BangsaNya (Im 11:44 dbtl). Dalam kalangan ~A. ibadat termasuk pula ~A. berkat (Bil 6:24-26). Sebuah ungkapan religius yang umum adalah ~A. salam (Rut 2:4; 1Sam 1:17). ~A. nabi, ~A. kebijaksanaan (--> Amsal [Kitab]; Kebijaksanaan). Di dalam PB Yesus sering mengucapkan perbandingannya tentang Kerajaan Allah dalam Amsal-amsal pendek.
Amsal, Kitab [haag]
Amsal (Kitab).
~KA memuat sebuah kumpulan ~A, yang pada waktu lalu dinyatakan sebagai ciptaan Salomo (sehingga berjudul "Amsal Salomo"). Amsal-amsal itu adalah sebuah hasil ungkapan puitis (: Kebanyakan berbentuk distikon dalam paralelisme antitetis) dari ajaran para bijak. Isinya tidak teratur. Menurut bentuknya ada pembeda yang membaginya paling tidak dalam 9 kumpulan:
- (1) Bab 1-9 (di luar pendahuluan Ams 1:2-9) memuat pokok-pokok tema tentang nasehat-peringatan akan wanita asing yang harus dihindari dan --> Kebijaksanaan yang dipersonifikasikan di samping kebodohan
- (2) Ams 10:1-22:16 menunjukkan segi-segi daripada kebijaksanaan hidup yang praktis dalam contoh para bijak (saleh) dan para bodoh (yang tidak ber-Tuhan).
- (3) Ams 22:17 sampai Ams 24:22. Kebanyakan merupakan syair dari berbagai kalimat, yang mempunyai isi yang umum. Ada yang berasal dari Kitab Kebijaksanaan Mesir Amenem-ope (Ams 22:17-23:12) yang ditulis pada sekitar tahun 1000 sebelum Mas.
- (4) Ams 24:23-34 tentang masalah memihak kelompok tertentu dan tentang kemalasan.
- (5) Ams 25-29. Menurut bentuk dan isinya berkaitan dengan (2).
- (6) Ams 30:1-14. Dalam corak dan nadanya mengingatkan kepada Ayub.
- (7) Ams 30:15-33. Lima buah Amsal dengan angka.
- (8) Ams 31:1-9. Nasehat seorang ibu terhadap puteranya dalam bentuk amsal-amsal dengan tiga buah kalimat ganda.
- (9) Ams 31:10-31. Sebuah syair silang untuk memuji kebajikan seorang ibu-rumahtangga. -- Bahwa kumpulan tersebut semula berdiri sendiri terbukti dari judul-judul dan urutan barisan yang menyimpang di dalam LXX (1-2-3-6-4-7-8-5-9). Pengulangan dalam masing-masing kumpulan (terutama dalam [(2)] membuktikan, bahwa kumpulan tersebut semula berasal dari pemersatuan kelompok-kelompok ~A yang lebih kecil. Komposisi daripada Kitab juga membuktikan kesimpulan akan adanya berbagai pengumpul yang sebagian bisa dikembalikan sampai pada zaman sebelum pembuangan (2), tetapi di samping (5) yang barangkali tertua itu, (1) ada pula yang paling muda. Bahasa dan corak KA menunjukkan adanya tulisan sesudah abad 5 sesudah Mas.
AMSAL [browning]
Catatan-catatan pendek, kadang-kadang lucu, atas kehidupan manusia dan perilakunya; mencemooh orang-orang bodoh (Ams. 1:7) atau mencatat akibat-akibat (Yer. 31:29) atau hal yang mustahil (Am. 6:12). Amsal adalah peribahasa yang menyatakan *iman dan sikap benar. Kata Ibraninya dapat juga berarti 'nyanyian ejekan' (Yes. 14:4).
AMSAL, KITAB [browning]
Suatu kumpulan ucapan-ucapan ringkas dan nasihat perilaku untuk pendidikan orang muda. Biasanya dianggap berasal dari *Salomo, manusia bijak paling utama, tetapi sesungguhnya dalam bentuknya sekarang, tanggal penyusunannya harus ditempatkan pada kurun waktu setelah pembuangan. Kitab Amsal ini dituliskan dalam bentuk puisi -- artinya dengan susunan teratur dan tamsil yang hidup -- dan lahir di lingkungan masyarakat yang cukup mapan, yang berkeinginan memelihara kelanggengan dan tradisi. Guru-guru kebijaksanaan ini kadang-kadang berbenturan dengan pernyataan para nabi yang lebih radikal (Yer. 9:23). Mereka itu berasal dari kelompok yang sama seperti Ben *Sirakh dan pengarang Kitab Ayub.
Mereka adalah cendekiawan, tetapi tidak dalam arti tradisi Yunani yang mengenal para filsuf spekulatif. Kebijaksanaan Ibrani dituangkan dalam ketangkasan praktis, pengetahuan bagaimana sebaiknya mengatur kehidupan seseorang dan mengenai tujuan hidup. Oleh karena itu, hikmat kebijaksanaan ini terwujud sebagai suatu sifat Allah (Ams. 8:22) dan akhirnya pengertian ini tersedia untuk digunakan Gereja yang bergumul dengan *Kristologi (Kol. 2:3).
AMSAL, KITAB [ensiklopedia]
Judul Ibraninya misyle, 'amsal dari', adalah singkatan dari misyle syelomoh 'amsal-amsal Salomo', Ams 1:1. Sebagai himpunan dari kumpulan-kumpulan amsal, Ams adalah kitab panduan bagi hidup yg berhasil. Tanpa secara langsung menekankan tema-tema profetis yg besar (ump perjanjian) Ams menunjukkan bagaimana iman khusus Israel mempengaruhi hidupnya yg umum.
I. Garis besar isi
a. Kepentingan hikmat (Ams 1:1-9:18)
Setelah mengemukakan pernyataan pengantar tentang tujuannya (Ams 1:1-6), penulis memberi instruksi kepada anak atau muridnya mengenai nilai dan tabiat hikmat. Berlawanan dengan cara yg dipakai pada Ams 10:1 dab, tiap gagasan dibicarakan agak panjang dalam sebuah syair yg bersifat mendidik. Syair-syair ini adalah suatu perkembangan masyal yg halus.
Tujuan penulis ialah menunjukkan segamblang mungkin pertentangan antara hasil-hasil dari mencari hikmat dan menghidupi suatu kehidupan yg bodoh. Untuk sekian ratus amsal khusus yg terkait diberinya bingkai. Ada godaan tertentu yg terbayang dalam gagasan penulis: kejahatan-kejahatan berupa perkosaan (Ams 1:10-19; 4:14-19); mengikat diri dengan janji yg terburu-buru (Ams 6:1-5); kemalasan (Ams 6:6-11); bermuka dua (Ams 6:12-15), dan khususnya kemesuman (Ams 2:16-19; 5:3-20; 6:23-25; 7:4-27; 9:13-18). Kepada orang yg menjauhi perangkap-perangkap ini, Hikmat menawarkan kebahagiaan, hidup panjang, kemewahan dan kehormatan (Ams 3:13-18). Sifat religius yg dalam dari bagian ini (ump Ams 1:7; 3:5-12), nada moralnya yg peka, dan gayanya yg mengingatkan dan mengajar, ada kesejajarannya dalam Ul.
Agaknya penulis ps-ps ini tidak diketahui namanya, karena Ams 1:1-6 nampaknya menunjuk kepada seluruh kitab dan Ams 10:1 memperkenalkan suatu rampaian amsal-amsal dengan acuan milik Salomo. Bagian ini biasanya dipandang berasal dari kumpulan paling terakhir. Sekalipun penyusunannya yg final secara relatif mungkin kr 600 sM, namun banyak dari bahan-bahannya mungkin berasal dari waktu dini. W. F Albright memperhatikan jumlah kesejajaran dalam gagasan dan susunan antara bagian ini, khususnya ps 8, 9 dengan kepustakaan Ugarit atau Fenisia (Wisdom in Israel, hlm 7-9). Ia juga menganjurkan bahwa 'sangat mungkin beberapa pepatah dan bahkan bagian-bagian yg lebih panjang berasal dari Zaman Perunggu, pun bentuknya yg sekarang ini' (hlm 5). Mengenai personifikasi Hikmat pada 8:22 dab, *HIKMAT.
b. Amsal-amsal Salomo (Ams 10:1-22:6)
Mungkin bagian inilah yg tertua dari Kitab Ams. Di antara para ahli ada kecenderungan yg makin meningkat untuk menerima ketelitian tradisi yg tercermin pada 1 Raj 4:29-34; Ams 1:1; 10:1; 25:1 yg menghormati Salomo sebagai par excellence -- orang bijak yg paling utama. Hubungannya dengan istana Mesir, jaringan dan jangkauan pemerintahannya yg luas sekali, penggabungan kemakmuran dan terhentinya perang memberi kesempatan kepadanya untuk memperhatikan usaha-usaha di bidang kebudayaan hingga pada tingkat tertentu, yg tak dapat dicapai oleh para penggantinya.
Kr 375 amsal muncul dalam kumpulan ini. Susunannya sebagian besar antitetis ps 10-15 dan sintetis atau sinonimis ps 16-22. Bagian terbesar dari amsal-amsal itu tidak mempunyai hubungan satu dengan yg lain; tiada nampak sistem pengelompokan. Sekalipun nada keagamaan diperdengarkan (bnd 15:3, 8-9, 11; 16:1-9 dab), namun bagian terbesar amsal-amsal itu tidak menunjuk secara khusus kepada iman Israel, melainkan didasarkan atas pengamatan-pengamatan praktis dari hidup sehari-hari. Sifat praktis yg luar biasa dalam instruksi yg menekankan keuntungan-keuntungan hikmat itu, telah menimbulkan kritik dari mereka yg berpendapat bahwa agama murni seharusnya tidak memperhatikan akibat baik atau buruk. Tapi bagaimanakah seorang bijak yg praktis, yg kepadanya Allah belum menyatakan rahasia hidup setelah mati, dapat memperjelas persoalannya tanpa menunjuk kepada berkat-berkat orang bijak dan perangkap-perangkap orang bodoh?
c. Kata-kata orang bijak (Ams 22:17-24:22)
Pepatah-pepatah ini lebih erat dihubungkan dengan tema-tema tertentu ketimbang dengan pepatah-pepatah yg terdapat di bagian yg mendahuluinya. Pokok-pokok yg dibicarakan bermacam-macam: pandangan tentang orang miskin (22:22, 27), penghargaan kepada raja (23:1-3; 24:21-22), tata tertib bagi kanak-kanak (23:13-14), penguasaan diri (23:19-21, 29-35), penghormatan kepada orangtua (23:22-25), kemurnian (23:26-28), dll. Tekanan keagamaan, sekalipun tidak mengambil tempat utama, bukannya tidak ada (ump 22:19, 23; 24:18, 21).
d. Ucapan-ucapan tambahan orang bijak (Ams 24:23-34)
Rampaian mini ini menampakkan ketidakberaturan yg sama seperti rampaian yg disebut di atas. Ada amsal-amsal singkat (ump ay 26) dan pepatah-pepatah panjang (ump ay 30-34; bnd 6:6-11). Unsur keagamaan tidaklah menonjol, tapi ada kesadaran yg kuat mengenai tanggung jawab sosial (ump ay 28, 29). Kedua rampaian ini agaknya bukan berasal dari Salomo, tapi merupakan sebagian yg berasal dari para orang bijak Israel, yg telah menciptakan atau mengumpulkan serta memperbaiki suatu berkas yg luas dari ucapan-ucapan hikmat (bnd Pkh 12:9-11).
e. Amsal-amsal tambahan dari Salomo (Ams 25:1; 29:27)
Menurut isinya bagian ini tidak berbeda dari Ams 10:1; 22:16 (ump Ams 25:24=Ams 21:9; Ams 26:13=Ams 22:13; Ams 26:15=Ams 19:24; dll). Tapi amsal-amsal di sini kurang seragam dalam panjangnya; kesejajaran antitetis, yg umum dalam bagian yg lebih dahulu, kurang umum, sekalipun ps 28 dan 29 berisi sejumlah teladan; perbandingan, yg jarang terdapat di 10:1 dab, sering muncul (ump Ams 25:3, 11-14, 18-20, dll).
Pernyataan Ams 25:1 telah mempengaruhi pandangan Talmud (Baba Bathra 15a), bahwa Hizkia dan temannya dianggap penulis Kitab Ams. Peranan orang-orang Hizkia dalam menyusun kitab itu tidak jelas, tapi tidak ada alasan untuk mempersoalkan ketelitian Ams 25:1, bertalian dengan ucapan-ucapan pada ps 25-29. Perhatian Hizkia kepada kepustakaan Israel dibuktikan oleh 2 Taw 29:25-30, di mana ia membangun kembali tata kebaktian yg telah diadakan Daud, termasuk menyanyikan mazmur-mazmur Daud dan Asaf. A Bentzen menyarankan bahwa amsal-amsal ini dilestarikan secara lisan hingga zaman Hizkia, ketika amsal-amsal itu ditulis (Introduction to the Old Testament, 2, hlm 173). S. R Driver (An Introduction to the Literature of the Old Testament, hlm 401) mendaftarkan sejumlah amsal yg mencerminkan suatu kegelisahan terhadap kerajaan (Ams 28:2, 12, 15-16, 28; 29:2, 4, 16). Dalam pemilihan amsal-amsal ini apakah terdapat pencerminan pergolakan abad 8 sM?
f. Kata-kata Agur (Ams 30:1-33)
Baik tempat Masa maupun identitas Agur bin Yake tidaklah dikenal.
Ay-ay pertama itu sukar ditafsirkan, tapi kelihatannya bernada agnostis. Agnostisisme ini dijawab (ay 5, 6) dengan sebuah pernyataan tentang firman Allah yg. tak dapat diubah. Dengan mengikuti sebuah doa singkat tapi mengharukan (ay 7-9), ps ini diakhiri dengan sederet amsal panjang yg menguraikan beberapa kualitas yg patut dianjurkan atau yg patut dicela. Pada banyak amsal dari kelompok ini bilangan empat mengambil tempat utama.
g. Kata-kata Lemuel (31:1-9)
Raja Masa ini tidaklah dikenal. Nasihat ibunya mengandung peringatan-peringatan terhadap ekses-ekses seksual, kemabukan dan anjuran untuk menghakimi dengan jujur bahkan orang miskin. Pengaruh Aram atas bagian ini patut diperhatikan (ump bar, 'anak'; melakhin, 'raja-raja').
h. Pujian untuk istri yg cakap (Ams 31:10-31)
Syair akrostik yg indah ini tidak mempunyai judul, tapi begitu berbeda dengan bagian yg mendahuluinya, sehingga harus ditinjau secara tersendiri. Bentuknya yg formal memberi kesan harus dipandang sebagai berada di antara bagian-bagian akhir kitab ini. Penggambaran tentang seorang wanita yg rajin, teliti dan saleh menyajikan kesimpulan yg cocok dengan kitab yg membicarakan penjabaran praktis suatu hidup yg diarahkan kepada Allah.
II. Pentarikhan
Kitab Ams tak mungkin tuntas selesai sebelum zaman Hizkia (kr 715-686 sM). Tapi syair untuk istri yg cakap (Ams 31:10-31) dan kata-kata orang-orang Masa (Ams 30:1-33; Ams 31:1-9) ini mungkin ditambahkan dalam kurun waktu Pembuangan atau setelah Pembuangan. Suatu penanggalan yg masuk akal bagi penyusunan yg final ialah abad 5 sM. Kebanyakan amsal satu demi satu berasal dari zaman lama sebelum Pembuangan. W. F Albright mengemukakan bahwa isi Kitab Ams atas dasar kesusastraan, harus dipandang sebagai berasal dari zaman sebelum ucapan-ucapan Ahiqar yg berbahasa Aram (abad 7 sM).
III. Kitab Ams dan PB
Kitab Ams telah mengukir meterainya dalam PB melalui beberapa kutipan (ump 3:7a = Rm 12:16; 3:11-12 = Ibr 12:5-6; 3:3-4 = Yak 4:6 dan 1 Ptr 5:5b; Ams 4:26 =Ibr 12:13a; 10:12 = Yak 5:20 dan 1 Ptr 4:8; 5:1-2 = Rm 12:20; 16:11 = 2 Ptr 2:22) dan kiasan (ump 2:4 = Kol 2:3; 3:1-4 = Luk 2:52; 12:7 = Mat 7:24-27). Seperti halnya Kristus telah menggenapi hukum Taurat dan nabi-nabi (Mat 5:17) demikianlah Ia telah menggenapi tulisan-tulisan hikmat dengan menyatakan kesempurnaan hikmat Allah (Mat 12:42; 1 Kor 1:24,30; Kol 2:3). Jika Ams adalah tafsiran yg diperluas atas hukum kasih, kitab ini membantu melancarkan jalan bagi Dia, yg di dalam-Nya kasih yg sebenarnya menjadi manusia. Lih C. T Fritsch, 'The Gospel in the Book of Proverbs', Theology Today, 7, 1950, hlm 169-183.
KEPUSTAKAAN. A Cohen, Proverbs, 1945; C. T Fritsch, Proverbs, 113; B Gemser, Spriiche Salomos, 1937; W. O. E Oesterley, WC, 1929; T. T Perowne, The Proverbs, 1916; C. I. K Story, JBL, 64, 1945, hlm 319-337; D. W Thomas, Wisdom in Israel and in the Ancient Near East, 1955, hlm 280-292; C. H Toy, ICC, 1899; A Barucq, Le Livre des Proverbes, 1964; D Kidner, Proverbs, TOTC, 1964; W McKane, Proverbs, 1970. DAH/HH

