BATA
BATA [ensiklopedia]
Segumpal tanah liat, biasanya berbentuk bujur sangkar, dijemur di matahari atau dibakar di pembakaran;; bahan bangunan yg paling umum di dunia kuno pada zaman Alkitab. Pertama-tama lumpur tanah liat dibentuk dengan tangan, kemudian langsung dimasukkan ('dipukul') ke dalam cetakan dari kayu dan terbuka berbentuk bujur sangkar. Tanahnya dicampur dengan pasir dan jerami dst. Bata-bata itu dikeringkan dengan dijemur berderetan sehingga merupakan deretan yg panjang; lih D. J Wiseman, Illustrations from Biblical Archaeology, 1959, hlm 42-45 gbr 36-38 Petrie, Egyptian Architecture, 1938, hlm 3-13; Lucas, Ancient Egyptian Materials and Industries', 1962, hlm 48-50 Batu bata sering mempunyai cap: di Mesir nama Firaun atau nama perusahaan bata itu; di Babel nama raja dan tujuannya; mis Nebukadnezar (Wiseman, op cit, hlm 71, gbr 66), lima capnya dikenal. Tentang hal ini dan teknik Nebukadnezar dalam pembuatan bata lih R Koldewey Excavations Babylon, 1914, hlm 75-82 beserta gambar-gambarnya.
Bata yg dikeringkan dalam terik matahari merupakan bahan bangunan umum di Mesopotamia. Bata hasil pengeringan di tempat pembakaran sering dipakai untuk tembok depan dan sebagai ubin (bnd juga Kej 21:3). Di Mesir Bata jemuran matahari biasa bagi hampir segala bangunan penting dan permanen (mis kuil, kuburan); bata bakar di tanur hampir tidak dikenal sebelum zaman Romawi. Cara menyusun batu bata bermacam-macam.
Kel 5:6-19 dengan teliti melukiskan kebiasaan membuat bata di Mesir kuno; jerami atau merang digunakan bahan baku bata pada masa dinasti 19 dan 20 (abad 13-12 sM) karena bata yg dibuat dari bahan demikian terbukti lebih kuat. Dalam tulisan-tulisan papirus dari zaman itu, seorang pegawai melaporkan tentang tukang-tukangnya: 'mereka tiap hari membuat jumlah bata mereka', tapi seorang lain mengeluh, ... 'di Chengenento, tidak ada baik tukang pembuat batu bata maupun jerami'; bnd R. A Caminos, Late-Egyptian Miscellanies, 1954, hlm 106, 188. Jerami itu sendiri bukanlah pertama-tama sebagai bahan pelekat. Tapi pembusukannya dalam tanah liat mengeluarkan asam yg (seperti asam glutamik atau galotanik) menjadikan tanah liat lebih gampang dibentuk menjadi bata. Dampaknya ini (bukan kimiawinya, tentu) nampaknya sangat terkenal. Lih A. A McRae, Modern Science and Christian Faith. 1948, hlm 215-219, mengikuti E. G Acheson, Transactions of the American Ceramic Society, 6, 1904, hlm 31; keterangan lain dan uraian-uraian dalam Lucas, hlm 49, dan bnd juga CT Nims, BA 13, 1950, hlm 21-28.
Di Palestina bata yg dikeringkan di matahari adalah biasa. Tembok kota dan tembok rumah sering dari bata, yg berdiri atau beralaskan batu.
Tentang 'membakar korban di atas bata' (Yes 65:3), bnd mezbah bata dari zaman paling kuno di Megido, ANEP, hlm 229, gbr 729.
KEPUSTAKAAN. K. A Kitchen, 'From the Brickfields of Egypt', TynB 27, 1976, hlm 137-147. KAK/RS


pada popup untuk memperkecil ukuran huruf, ikon
pada popup untuk memperbesar ukuran huruf. [