Daftar Isi
ENSIKLOPEDIA: EFESUS, KOTA

EFESUS, KOTA

Peta Google: Efesus (37° 57´, 27° 22´);
OpenBible: (Flickr/Panoramio) Efesus

EFESUS, KOTA [ensiklopedia]

Kota terpenting di propinsi Roma wilayah Asia, terletak di pantai barat Turki modern. Letak kota itu di muara S Kayster di antara pegunungan Koresos dan laut. Ada satu jalan yg indah lebarnya kr 27 m dipagari tiang, terbentang dari kota ke suatu pelabuhan yg baik. Pelabuhan itu merupakan pusat kegiatan ekspor pada ujung jalan kafilah Asia, maupun tempat pendaratan penumpang kapal laut dari Roma.

Kota itu sekarang tidak ditempati lagi, tapi sedang digali dan barangkali merupakan reruntuhan dari Asia Kecil yg paling luas dan mengesankan. Jauhnya dari laut sekarang kr 10 km, akibat proses pendangkalan karena lumpur selama beberapa abad. Pelabuhan itu dikeruk pada pemerintahan Domitianus; apakah karena itu maka Paulus harus berhenti di Miletus menurut Kis 20:15?

Wilayah terbesar kota itu dengan gedung teaternya, tempat pemandian, perpustakaan, pasar, dan jalan-jalannya yg diperkeras dengan batu pualam, terletak di antara punggung G Koresos dan S Kayster. Tapi kuilnya yg menjadikannya termasyhur, terletak kr 2 km ke arah timur laut. Tempat ini pada mulanya dikeramatkan untuk ibadah kepada berhala kesuburan Anatolia, kemudian kepada berhala Artemis atau Diana; di kemudian hari Yustinianus membangun sebuah gereja di situ, yg dikhususkan bagi rasul Yohanes (dari situlah nama mod Ayosoluk, kerusakan dari bh Yunani hagios theologos), lalu gereja itu juga diganti oleh sebuah mesjid Persia.

Asli permukiman Anatolia bertambah luas pada abad 12 sM dengan datangnya orang-orang Ionia, dan suatu kota gabungan mulai dibangun. Berhala perempuan Efesus mulai memakai nama Yunani, yaitu Artemis, tapi mempertahankan sifat-sifatnya yg semula, sebab dia selalu digambarkan sebagai perempuan berbuah dada banyak. Pada thn 560 sM Efesus ditaklukkan oleh Krusus, dan sebagian dari kemegahan seni Efesus di hari kemudian dikatakan adalah berkat kemurahan hati raja itu. Efesus ditaklukkan oleh orang Persia thn 557, dan sesudah itu sejarahnya beraneka ragam sampai 133 sM, tatkala kota itu merupakan bagian dari kerajaan Pergamum, yg diwariskan oleh rajanya Atalus III kepada Roma. Orang Romawi membentuk propinsi yg disebut Asia, ibukotanya tetap Pergamum tapi Efesus menjadi kota terpenting. Efesus melingkupi daerah yg luas dan penduduknya pernah mencapai lebih 300.000 orang. Teaternya yg bagus dibangun melekat dengan G Pion di pusat kota itu, sangat besar: diperkirakan daya tampungnya 25.000 s/d 50.000.

Selain perdagangan, maka keutamaan kota Efesus dalam bidang agama pun meningkat pada pemerintahan Roma. Ibadah kepada kaisar yg dimotori oleh wangsa Julius-Claudius diberlakukan di Efesus, dan kuil-kuil dibangun untuk menghormati kaisar Klaudius, Hadrianus dan Severus. Mata uang beserta tulisan ukir menunjukkan bahwa kota itu membanggakan diri dengan akan gelar neokoros, pengawas kuil, baik kuil Artemis maupun kuil para kaisar. Tugas utama dari komune di Asia ialah untuk memupuk ibadah kerajaan Roma. Cukup menarik bahwa beberapa dari asiarkhoi ('pembesar', Kis 19:31) mereka adalah sahabat Paulus, padahal Paulus kuat menentang ibadah kepada kaisar.

Kuil Diana yg mengalami kebakaran berat pada thn 365 sM pernah dipugar, dan termasuk salah satu keajaiban dunia kuno sampai dimusnahkan oleh orang Got pada thn 260 M. J. T Wood sesudah beberapa tahun mencarinya dengan sabar, menemukan sisa-sisanya thn 1870 di rawa di kaki G Ayasolut. Luas kuil itu empat kali luas kuil Partenon di Arena, dihiasi dengan karya seni dari pakar seni seperti Fidias, Praksiteles dan Apeles. Di dalam kuil itu terdapat patung berhala perempuan Artemis, yg dianggap jatuh dari langit (bnd Kis 19:35). Itu bisa saja berasal dari pecahan suatu meteor. Mata uang perak dari berbagai negeri menunjukkan keabsahan pernyataan bahwa berhala Efesus dihormati di seluruh dunia (Kis 19:27). Mata-mata uang itu mempunyai tulisan ukir Diana Ephesia (bnd Kis 19:34).

Di Efesus banyak orang Yahudi, yg menikmati kedudukan khas pada zaman kerajaan Romawi mula-mula (Jos., Ant. 14. 10, 12, 25). Mungkin Akwila dan Priskila melayankan agama Kristen di Efesus pada thn 52 M, waktu Paulus berkunjung sebentar di sana pada perjalanan penginjilan kedua (Kis 18:18-21) dan meninggalkan mereka di sana. Pada perjalanan penginjilan ketiga tujuannya adalah Efesus, dan ia tinggal di sana lebih dari 2 thn (Kis 19:8, 10), tanpa diragukan, ia tertarik oleh keutamaan Efesus yg strategis sebagai pusat perdagangan, politik dan agama. Menjelang akhir kunjungan Paulus di sana, perkembangan agama Kristen yg menolak sinkretisme, terus-menerus menghadapi perlawanan dari pihak agama yg sudah mapan.

Perkembangan itu mulai mempengaruhi tidak hanya ibadah ilmu gaib yg berkembang di sana (Kis 19:13 dab; suatu jenis tertentu dari rumusan gaib disebut Efesia grammata, surat Efesus), tapi juga ibadah Diana atau Artemis (Kis 19:27). Penjualan patung-patung dan benda-benda ibadah Artemis merosot tajam, padahal kegiatan itu merupakan sumber kemakmuran Efesus. Lalu menyusul huru-hara (lih Kis 19). Tulisan ukir menunjukkan bahwa grammateus ('panitera kota') yg memadamkan aksi masa pada peristiwa ini, adalah pejabat sipil, yg langsung bertanggung jawab kepada Roma atas gangguan keamanan yg ditimbulkan oleh suatu kumpulan yg tidak sah (19:40). Ucapan 'bukankah ada sidang-sidang pengadilan dan ada gubemur?' (Kis 19:38) dapat menentukan tanggal peristiwa ini, karena pada musim gugur 54 M gubernur M Julius Silvanus diracuni oleh dua kaki tangan Nero (Tacitus, Annals 13.1) yg kemudian bertindak sebagai pengganti Silvanus sampai seorang gubernur baru tiba pada awal musim panas 55 M.

Lukas tidak memberi banyak informasi mengenai waktu Paulus tinggal di Efesus. Selama masa ini agama Kristen berkembang ke kota-kota di lembah S Likus (lih Kol 1:7; 2:1). Efesus merupakan markas besar Paulus selama berlangsungnya surat-menyurat dengan jemaat Korintus (1 Kor 16:8), dan di sana mungkin dia berjuang melawan binatang buas, jika 1 Kor 15:32 dapat ditafsirkan harfiah. Tapi karena tidak ada tempat binatang itu di Efesus, dan karena Paulus warga kota Roma, mungkin ay ini harus ditafsirkan sebagai kiasan. G. S Duncan dalam bukunya (St Paul's Ephesian Ministry, 1929) berpendapat bahwa Paulus dipenjarakan tiga kali di Efesus, dan bahwa semua suratnya dari penjara ditulis dari sana dan bukan dari Roma. Teori ini dipegang juga oleh E. J Goodspeed (History of Early Christian Literature, 1942) dan C. L Mitton (Formation of the Pauline Corpus, 1955), yg selanjutnya menganggap bahwa mungkin Efesus adalah tempat perkumpulan Surat-surat Paulus di kemudian hari. Melawan teori-teori ini, lih C. H Dodd, BJRL 24, 1934, hlm 72 dab.

Sesudah Paulus berangkat, Timotius tinggal di Efesus (1 Tim 1:3) dan segera harus menghadapi ajaran sesat (Kis 20:29-30; 2 Tim 4:3 dab). Banyak ahli berpikir bahwa Rm ps 16 mula-mula dialamatkan Paulus kepada jemaat di Efesus. Entah memang benar demikian keadaannya, Efesus segera menjadi markas besar dari Yohanes, yg mempunyai kewibawaan atas ke-7 jemaat pemimpin di propinsi Asia, yg disapanya dalam Kitab Why. Jati diri Yohanes ini sangat diperdebatkan, tapi bagaimana pun juga, pada waktu ia menulis Why jemaat Efesus digambarkan (Why 2:1-7) dengan cara yg tepat sama dengan gambaran dalam Kis. Efesus disapa pertama, karena keutamaannya dan kedudukannya yg terkemuka (bagi seseorang yg datang dari Patmos) pada jalan lingkar yg menghubungkan ke-7 kota itu; Efesus sedang berkembang, diganggu oleh guru-guru palsu, dan sudah kehilangan sebagian dari cinta kasihnya yg mula-mula. Janji mengenai 'makan dari buah pohon kehidupan' barangkali menyinggung pohon korma, yg keramat bagi Artemis, yg gambarnya terdapat pada mata uang Efesus.

Menurut Ireneus dan Eusebius, Efesus menjadi tempat tinggal rasul Yohanes; mereka mencatat beberapa peristiwa yg terjadi selama ia tinggal di sana. Satu generasi kemudian Ignatius dalam suratnya sangat memuji Jemaat di Efesus (Ephesians, 11), dan ada sederet panjang uskup Efesus dari Gereja Ortodoks. Konsili Umum ke-3 diadakan di Efesus pada thn 431 M untuk mengutuk pendapat Nestorius mengenai Kristologi; Konsili bersidang di gereja kembar St Maria, yg sisa-sisanya masih dapat dilihat sekarang. Segera sesudah itu Efesus mulai surut, barangkali karena wabah malaria. Patung-patungnya yg indah dipindahkan ke mana-mana, terutama ke Istambul, dan pada abad 14 orang Turki mengasingkan penduduknya yg tersisa.

KEPUSTAKAAN. W. M Ramsay, The Letters to the Seven Churches, 1909; The Historical Geography of Asia Minor, 1890; J. T Wood, Modern Discoveries on the Site of Ancient Ephesus, 1890; A. H. M Jones, Cities of the Eastern Roman Provinces; D. G Hogarth, Excavations at Ephesus: the Archaic Artemesia (Pauly-Wissowa, artikel ttg Efesus); Mellink, AJA 1958, hlm 91-104, dan Forschungen in Ephesos 3, 1923-1953. EMBG/CJH/MHS




TIP #24: Gunakan Studi Kamus untuk mempelajari dan menyelidiki segala aspek dari 20,000+ istilah/kata. [SEMUA]
dibuat dalam 0.07 detik
dipersembahkan oleh YLSA