Daftar Isi
ENSIKLOPEDIA: EFESUS, SURAT

EFESUS, SURAT

Peta Google: Efesus (37° 57´, 27° 22´);
OpenBible: (Flickr/Panoramio) Efesus

EFESUS, SURAT [ensiklopedia]

I. Garis besar isi

Surat ini menonjol sebagai pernyataan yg menakjubkan tentang tujuan abadi Allah dalam Kristus, yg dikerjakan Kristus di dalam gereja-Nya (ps 1-3), dan tentang akibat-akibat praktis dari tujuan itu bagi orang Kristen (ps 4-6). Surat ini hampir tidak dipengaruhi oleh keperluan penggembalaan atau pertentangan seperti terjadi dalam tulisan-tulisan PB lainnya.

a. Tujuan-tujuan abadi Allah untuk manusia dalam Kristus, Ef 1:1; 3:21

Ef 1:1-2 Salam

Ef 1:3-14 Pujian karena semua berkat rohani yg diterima manusia dalam Kristus.

Ef 1:15-23 Ucapan syukur karena iman para pembaca, dan doa agar mereka mengalami hikmat kuasa Allah.

Ef 2:1-10 Tujuan Allah untuk membangkitkan orang dari kematian dalam dosa ke hidup baru dalam Kristus.

Ef 2:11-22 Tujuan-Nya ialah untuk memperdamaikan manusia tidak hanya dengan diriNya, tapi juga memperdamaikan yg satu dengan yg lain, dan secara khusus untuk membuat orang Yahudi dan non-Yahudi menjadi satu umat Allah. Ef 3:1-13 Kemuliaan panggilan rasul Paulus untuk memberitakan Injil kepada bangsa-bangsa non-Yahudi.

Ef 3:14-21 Doa kedua, agar mereka mendapat pengetahuan tentang kasih Kristus dan kepenuhan-Nya yg diam di dalam mereka; diakhiri dengan nyanyian pujian.

b. Akibat-akibat praktis, Ef 4:1; 6:24

Ef 4:1-16 Nasihat supaya hidup berpadanan dengan panggilan, dan supaya berusaha untuk membangun tubuh Kristus yg satu itu. Ef 4:17-32 Hidup lama yaitu kebebalan, nafsu syawat, dan ketidakbenaran harus ditanggalkan, lalu hidup baru yg kudus dikenakan.

Ef 5:1-21 Lanjutan panggilan supaya hidup dalam kasih dan kesucian, seperti anak-anak terang, penuh dengan pujian dan berguna bagi sesama.

Ef 5:22-33 Petunjuk-petunjuk bagi para istri dan suami, berdasarkan gambar ibarat hubungan Kristus dengan gereja-Nya.

Ef 6:1-9 Petunjuk-petunjuk bagi anak-anak dan orang tua, hamba-hamba dan tuan-tuan.

Ef 6:10-20 Panggilan untuk perjuangan Kristen, dengan mengenakan perlengkapan senjata Allah dan mengandalkan kekuatan-Nya.

Ef 6:21-24 Penutup dan kabar pribadi.

II. Penulis

Ada banyak bukti dari abad pertama (barangkali sampai thn 95 M) mengenai pemakaian surat ini, dan sejak akhir abad 2 surat ini diterima sebagai Surat Paulus, seperti dituntutnya dalam Ef 1:1 dan Ef 3:1. Tapi dalam periode modern kepenulisan ini disangkal secara tajam. Di sini tidak mungkin untuk menguraikan panjang lebar alasan-alasan dan dasar pikiran yg menentang kepenulisan Paulus, atau mencoba menjawabnya. Mengenai soal ini lihatlah buku C. L Mitton, The Epistle to the Ephesians, 1951 (melawan Paulus) dan D Guthrie, New Testament Introduction: The Pauline Epistles, 1961 dan A van Roon, The Authenticity of Ephesians, 1974 (mendukung Paulus). Alasan-alasan yg mendukung kepenulisan Paulus dipaparkan dalam buku-buku lain yg disebut dalam kepustakaan di bawah.

Kita dapat meringkaskan alasan dan dasar pikiran yg melawan kepenulisan Paulus sebagai berikut.

1. Dikatakan bahwa surat ini bukan sepucuk surat nyata (riil) yg dialamatkan kepada suatu keadaan khusus, seperti semua Surat Paulus yg lain yg kita ketahui. Gaya surat ini puitis, bersifat istimewa dalam pemakaian kata-katanya, misalnya dalam hal menjejerkan ungkapan-ungkapan yg seragam atau berkaitan. Orang yg membela penulisan Paulus, menjawab bahwa perbedaan gaya adalah disebabkan alpanya pertentangan di dalam surat: di sini tidak ada uraian yg logis seperti terdapat dalam surat-surat lain, tapi 'suatu pernyataan profetik tentang kenyataan-kenyataan jelas yg tak dapat dipersoalkan' (Dodd).

2. Pernah dikemukakan bahwa dalam Ef ada 42 kata yg tidak dipakai dalam bagian PB yg lain, serta 44 kata lagi yg tidak dipakai di mana pun dalam tulisan Paulus yg lain. Alasan ini dapat dinilai hanya dengan membandingkan Surat Ef dengan surat-surat lain, dan dengan meneliti kata-kata itu sendiri. Dalam pandangan banyak ahli, sifat bahan Surat Ef menerangkan soal kosa kata ini dengan secukupnya.

3. Ada yg menekankan bahwa di mana pun dalam tulisan Paulus, kita tidak akan menjumpai penekanan yg begitu kuatnya pada gereja dan begitu minimnya pada eskatologi seperti terdapat dalam Surat Ef. Tapi ini tidak masuk akal sebagai alasan melawan kepenulisan Paulus. Surat ini ditulisnya justru untuk menekankan hal gereja dan peranannya dalam tujuan abadi Allah.

4. Dikatakan bahwa beberapa ciri dan ungkapan tertentu dalam Surat Ef menyarankan suatu tarikh penulisan yg lebih kemudian dari zaman Paulus. Atau, seorang penulisnya bukan seorang rasul, misalnya singgungan akan 'rasul-rasul dan nabi-nabi-Nya yg kudus' dalam Ef 3:5 (bnd Ef 2:20), pembicaraan masalah non-Yahudi, dan perendahan diri sendiri dalam Ef 3:8. Masing-masing keberatan ini tidak begitu berbobot dan dapat dijawab terpisah-pisah. Tapi orang-orang yg menentang kepenulisan Paulus, lebih menekankan pengaruh terpadu dari semua keberatan itu, ketimbang kekuatan setiap keberatan secara tersendiri.

5. Alasan-alasan lain didasarkan pada perbandingan Surat Ef dengan tulisan-tulisan PB lainnya. Dari semua surat dalam kumpulan Surat-surat Paulus, Surat Ef yg mempunyai paling banyak persamaan dengan tulisan yg tidak berasal dari Paulus (terutama Luk dan Kis, 1 Ptr dan tulisan-tulisan Yoh); lih J Moffatt, An Introduction to the Literature of the NT3, 1918, hlm 373 dab, dan buku C. L Mitton, hlm 170 dst. Dapat diakui bahwa kadang-kadang persamaan pikiran dan ungkapan sangat menonjol, tapi ini juga bukan alasan untuk menyangkal kepenulisan Paulus. Jarang terdapat persamaan yg dapat ditafsirkan sebagai ketergantungan berdasarkan sastra. Malahan persamaan-persamaan itu lebih menyaksikan adanya persamaan kosa kata yg umum, dan barangkali menyaksikan juga bahwa dalam gereja perdana di berbagai tempat ada rumusan dari ajaran dan kepercayaan yg serupa (lih E. G Selwyn, The First Epistle of St. Peter, 1946, hlm 363-466).

6. Yg paling penting ialah persamaan isi, ungkapan dan bahkan urutan bahan pokok dari Surat Ef dengan Surat Kol. Hampir semua orang menerima bahwa Surat Kol lebih dulu dari Surat Ef, karena dalam Ef terdapat ajaran dan nasihat yg ada dalam Kol, hanya dikembangkan lebih jauh. Kecuali dalam Ef 6:21 dab dengan Kol 4:7 dab, tidak ada tanda yg jelas bahwa terjadi penyalinan langsung, tapi dalam Surat Ef kerap dipakai ungkapan-ungkapan yg sama dengan arti yg sedikit berbeda; suatu bagian dalam surat yg satu menyerupai dua bagian dalam surat yg satu lagi; suatu bagian dalam Surat Ef ada bagian sejajarnya dalam Kol dan juga dalam suatu Surat Paulus yg lain. Bagi sementara ahli gejala-gejala ini merupakan alasan kuat untuk menganggap Surat Ef sebagai pekerjaan seorang peniru; bagi sementara ahli lain gejala-gejala yg sama merupakan alasan untuk menganggap bahwa Paulus sendiri penulisnya. Paling sedikit harus dikatakan bahwa alasan ini tidak meyakinkan.

III. Alamat

Walaupun kebanyakan naskah tulisan tangan dan semua terjemahan PB yg mula-mula mengandung 'di Efesus' dalam 1:1, namun dalam Kodeks Vatikanus dan Kodeks Sinaitikus dari abad 4 M, revisi naskah kursif 424, naskah kursif 1739, dan papirus 46 (yg tarikhnya kr 200 M), tidak mengandung kedua kata itu. Tertulian barangkali, dan Origenes pasti, tidak mengenal kata-kata itu. Basil berkata, bahwa kata-kata itu tidak terdapat dalam naskah-naskah tertua yg dikenalnya. Marsion, pengajar bidat itu, menyebut surat ini 'surat kepada jemaat di Laodikia'. Bukti yg kecil tapi penting ini ditopang oleh bukti isi Surat Ef sendiri. Sukar menerangkan ay-ay seperti Ef 1:15; 3:2; 4:21, dan alpanya sama sekali salam-salam pribadi, sekiranya ini merupakan surat yg dialamatkan Paulus kepada orang-orang Kristen yg di tengah-tengahnya ia telah bekerja selama 3 thn (Kis 19; 20:31). Tapi agaknya Surat Ef dialamatkan kepada sekelompok khusus orang Kristen (1:15 dab; Ef 6:21).

Tafsiran yg paling mungkin dari semua bukti ini, ialah bahwa surat ini dikirim kepada sekelompok gereja di propinsi Asia, yg di antaranya Efesus-lah yg terbesar. Atau, sebuah tembusan dikirim kepada setiap gereja secara bergantian, dan nama gereja itu disisipkan sebagai si alamat waktu membacanya; atau, mungkin ada beberapa tembusan dengan bermacam-macam alamat. Sangat mungkin juga, walau sama sekali tidak pasti, bahwa Surat Ef adalah surat yg dimaksud dalam Kol 4:16, sebagai yg datang 'dari Laodikia'.

IV. Kesimpulan

Banyak ahli menerima alasan-alasan yg menentang kepenulisan Paulus. Mereka menggambarkan bahwa menjelang akhir abad 1 M seseorang yg berkeinginan kuat untuk menyebarkan ajaran Paulus, mengumpulkan tulisan-tulisan Paulus, lalu dengan memakai nama Paulus menulis surat ini sebagai ringkasan ajaran Paulus guna mengantarkan surat-surat lainnya. Memang mungkin saja bisa demikian. Tapi, seperti dikatakan Scott, Surat Ef ini 'di mana pun ditandai dengan keluhuran dan kesegaran pikiran, yg kelihatannya sama sekali di luar jangkauan seorang peniru' (MNTC, hlm 136). Kalau pun kekuatan semua alasan penentang dipadu, itu semua belum dapat dianggap cukup kuat untuk menyatakan bukan Paulus penulisnya.

Persamaan Surat Ef dengan Surat Kol dan surat-surat lainnya, pun perbedaannya, dapat diterangkan jika kita sepakat menganggap bahwa Paulus penulis Surat Kol untuk memenuhi kebutuhan khusus jemaat itu. Lalu segera sesudah itu (mengenai tarikh dan tempat menulis, *KOLOSE), sebelum suruhannya pergi untuk mengantarkan surat kepada Kolose dan Filemon, maka Paulus menggenapi keinginannya menulis Surat Ef untuk mengungkapkan kemuliaan tujuan Allah dalam Kristus, dan tanggung jawab gereja untuk mengumumkan tujuan itu melalui pemberitaan dan melalui kehidupan dalam kesatuan, kasih dan kesucian, dalam suatu bentuk yg cocok bagi semua orang yg mungkin akan membacanya.

KEPUSTAKAAN. TX Abbott, The Epistles to the Ephesians and the Colossians, ICC, 1897; J. A Robinson, St. Paul's Epistle to the Ephesians, 1904; F. F Bruce, The Epistle to the Ephesians, 1961; F Foulkes, The Epistle of Paul to the Ephesians, TNTC, 1963; Markus Barth, Ephesians, AB, 1974. FF/MHS




TIP #02: Coba gunakan wildcards "*" atau "?" untuk hasil pencarian yang leb?h bai*. [SEMUA]
dibuat dalam 0.07 detik
dipersembahkan oleh YLSA