FEMININISME
FEMININISME [browning]
Gerakan yang menegakkan kesederajatan gender (jenis kelamin). Teologi femininisme berhubungan dengan femininisme modern pada umumnya. Hal ini timbul dari pengalaman penderita dan penindasan atas kaum perempuan. Gerakan ini berpendapat bahwa kekristenan tradisional, yang berakar pada Alkitab, terlalu maskulin dan bahwa iman tersebut harus direkonstruksi untuk disesuaikan sepantasnya dengan kebutuhan dan harapan perempuan, yang setara dengan pria, diciptakan sebagai gambar Allah (Kej. 1:27). Rekonstruksi ini bukanlah pertama-tama demi kepentingan pembebasan perempuan, melainkan demi kebenaran Kristen. Gerakan ini memperlihatkan penolakan terhadap superioritas pria dan perendahan perempuan sebagai pasangan seksual, yang sangat dalam melekat dalam pikiran dan perasaan, sebagaimana tercermin pada banyak bagian PL dan PB. Para pembaca Alkitab yang menjadi asing oleh sikap-sikap patriarkhat itu, tak terelakkan, juga harus menilai ulang pandangan tradisional mengenai otoritas Alkitab. Misalnya, kecenderungannya terhadap rasionalisme maskulin harus diseimbangkan dengan penemuan kembali kekhasan perempuan dalam pandangan Allah.
Kaum feminis Kristen mencari dukungan pada ajaran dan sikap Yesus yang telah mengatasi pembatasan-pembatasan lingkungan lokal-Nya dengan menyambut baik orang-orang *bukan Yahudi, sebagaimana Ia menyambut orang-orang Yahudi, dan menyambut baik perempuan, sebagaimana Ia menyambut laki-laki. Secara khas, sikap Yesus tampak dalam dialog dengan perempuan *Siro-Fenisia (Mrk. 7:24-30), penyembuhan perempuan yang menderita sakit pendarahan (Mrk. 5:24-34), dan penerimaan atas pernyataan kasih perempuan yang mengurapi-Nya (Luk. 7:38). Para perempuan adalah *murid-murid Yesus yang pertama menceritakan *kebangkitan-Nya (Mrk. 16:6). Dalam Injil Yohanes, ibu Yesus, kedua saudara perempuan, *Maria dan *Marta serta *Maria Magdalena adalah orang-orang yang terpandang. Dalam jemaat kepemimpinan dijalankan oleh perempuan seperti *Priskila (Rm. 16:3), *Khloe (1Kor. 1:11) dan *Febe (Rm. 16:1). *Yunias adalah orang yang 'terpandang di antara para rasul' (Rm.16:7). Injil Lukas sering dianggap sebagai Injil yang khususnya bersimpati terhadap perempuan -- namun mereka sepertinya ditempatkan dalam peran perempuan untuk melayani dan dalam posisi tersubordinasi kepada laki-laki (Luk. 8:2-3).

