HAKIM, MENGHAKIMI
HAKIM, MENGHAKIMI [ensiklopedia]
Termasuk tugas atau kewajiban orang Kristen untuk menalar. 'Mengapakah engkau juga tidak memutuskan sendiri apa yang benar?' (Luk 12:57) tanya Yesus. Sekali lagi dikatakan-Nya, 'Janganlah menghakimi menurut apa yg nampak, tetapi hakimilah dengan adil!' (Yoh 7:24). Memperhatikan orang Yahudi tertentu Yesus mencela, 'Kamu menghakimi menurut ukuran manusia', dan dalam suasana yg satu itu ditambahkan-Nya, 'Aku tidak menghakimi seorang pun' (Yoh 8:15). Orang Kristen dituntut menalar kritis, cermat dalam menentukan pendapat, dan dikaruniai kesanggupan berbuat demikian. Kesanggupan itu harus digunakan untuk menghakimi dengan adil.
Tapi PB tegas melarang orang Kristen menghakimi sesamanya. Banyak kutukan dan larangan menentang praktik ini. Marilah kita perhatikan empat pokok. Pertama, penghakiman itu berbahaya. 'Jangan kamu menghakimi, supaya kamu jangan dihakimi' (Mat 7:1). 'Dalam menghakimi orang lain, engkau menghakimi dirimu sendiri' (Rm 2:1). Menghakimi orang lain berarti memberi kesempatan untuk penghakiman yg serupa atas diri sendiri.
Kedua, kita tidak cakap untuk itu. Waktu perempuan yg berzinah dibawa ke hadapan Yesus, Dia berkata, 'Barangsiapa di antara kamu yg tidak berdosa, hendaklah ia yg pertama melemparkan batu kepada perempuan itu' (Yoh 8:7). Ia menasihati orang -- yg dengan balok di matanya -- supaya tak usah pusing untuk membuang selumbar dari mata saudaranya, sebelum ia sendiri dulu membereskan dirinya sendiri (Luk 6:41 dst). Suara hati nurani kita tidaklah begitu baik, sehingga berbahaya menurutinya untuk menghakimi orang lain. Penghakiman seperti itu memang berbahaya, karena mengalihkan perhatian kita dari meneliti diri sendiri, yg merupakan kewajiban utama orang Kristen.
Ketiga, menghakimi orang lain tidak termasuk kekuasaan kita. 'Siapakah kamu, sehingga kamu menghakimi hamba orang lain? Entahkah ia berdiri, entahkah ia jatuh, itu adalah urusan tuannya sendiri' (Rm 14:4). Menghakimi adalah urusan Allah, bukan urusan kita. 'Barangsiapa ... menghakimi (saudaranya) ia mencela hukum dan menghakiminya; dan jika engkau menghakimi hukum, maka engkau bukanlah penurut hukum, tetapi hakimnya' (Yak 4:11). Menghakimi orang lain berarti merebut tugas Allah.
Keempat, penghakiman seperti telah dibicarakan tidak relevan. Baik pandangan Paulus sendiri mengenai dirinya maupun pandangan orang lain tidak berlaku sekalipun, 'Yang menghakimi aku ialah Tuhan'. Jadi Paulus mengingatkan, 'Janganlah menghakimi sebelum waktunya, yaitu sebelum Tuhan datang' (1 Kor 4:3-5). LM/MHS

