PENGILHAMAN
PENGILHAMAN [browning]
Kepercayaan dalam PL bahwa para *nabi dipenuhi dengan 'roh', dan bahwa perkataannya mengandung pesan ilahi (Bil. 24:2), yang kadang-kadang didukung dengan perilaku eksentrik (1Sam. 10:6). Dalam PB *Roh juga dianggap sebagai sumber nubuat, *bahasa lidah, *penyembuhan, dan *karunia-karunia yang lain (1Kor. 12:4-11).
Kemudian dikemukakan gagasan mengenai pengilhaman tulisan-tulisan tertentu (1Tim. 3:16), dan hal ini dipegang oleh beberapa ahli Alkitab untuk gagasan ngenai suatu teks yang diilhamkan. Juga dipertahankan bahwa 1Tim. 3:16 berarti bahwa Kitab Suci tertulis sesungguhnya adalah karya Allah, sebagaimana Ia adalah sumber nubuat para *nabi. Dalam teori keduanya berasal langsung dari Allah (1Kor. 6:16). Dari pendirian ini selangkah lagi sampai pada gagasan bahwa Alkitab tidak dapat salah. Alkitab bebas dari kesalahan bukan hanya dalam masalah-masalah religius, melainkan juga dalam sejarah, ilmu pengetahuan, dan etika. Ini adalah pandangan yang secara luas dikenal sebagai *fundamentalisme.
Bagaimanapun, terdapat berbagai kesulitan serius mengenai pandangan tentang pengilhaman seperti itu. Dalam Kitab Suci sendiri terdapat inkonsistensi dan kontradiksi-kontradiksi yang jelas; di dalamnya ada masalah-masalah historis; ada akumulasi pengetahuan mengenai cara penyusunan kitab-kitab di dunia purba dan kemiripan yang jelas dengan kitab-kitab dalam diakui bahwa bapa-bapa Kristen mula-mula, seperti *Irenaeus (kira-kira 180 M), tidak menganggap PL dan PB (yang sering dikutipnya) sebagai sesuatu yang diilhamkan secara supranatural dijamin oleh Allah. Irenaeus hanya menghargai Injil-injil, karena Injil-injil tersebut mencatat perkataan dan tindakan Yesus. Mengikuti Irenaeus, dapat dikatakan bahwa PB tidak lebih dari memberikan data yang di atasnya iman Kristen dapat didasarkan (atau diingkari).


untuk membuka halaman teks alkitab saja. [