SAMUEL, NABI
SAMUEL, NABI [ensiklopedia]
Samuel, hakim terakhir dan terbesar (Kis 13:20) dan yg pertama di antara para nabi (Kis 3:24), pada zaman PL jelas dianggap tokoh terbesar sesudah Musa (Yer 15:1). Ia pengganti Eli dalam keimaman, dan 1 Sam 13:13 menyatakan bahwa hanya dia sendiri yg diberi wewenang mempersembahkan korban.
Ia putra Elkana, bani Efrayim yg saleh, dan Hana istrinya. Hana yg telah lama sekali mandul, bersumpah, jika Allah mengaruniai dia seorang putra, maka anak itu akan dia persembahkan bagi pelayanan di Kemah Suci. Elkana keturunan Lewi tapi tidak dari garis Harun (1 Taw 6:33 dab). Samuel berasal dari propinsi Rama, tapi di mana pun tidak pernah disebut bahwa kota utama Rama adalah kota kelahirannya ataupun tempat tinggalnya. Bahkan pengalimatan Ibrani dalam 1 Sam 28:3 mengungkapkan bahwa kota di mana ia tinggal bukanlah Rama; seandainya tidak demikian maka pengalimatannya pasti akan menjadi, 'di kota Rama'. Kalimat 'datang ke Rama' mengacu kepada propinsinya (bnd 1 Sam 19:22). Nama Samuel pernah dihubungkan dengan salah satu kota lain yg lebih kecil (1 Sam 19:18-19). Nama itu berarti 'nama Allah', atau 'nama ilahi'. Mungkin itu bagian dari suatu kalimat yg diucapkan oleh Hana pada waktu Samuel dilahirkan. Kalimat lengkapnya mungkin berbunyi, 'Aku memohon baginya suatu nama ilahi'.
Setelah Samuel berhenti menyusu, mungkin pada usia 2 atau 3 thn, Hana membawanya ke Silo dan secara resmi menyerahkannya kepada Eli untuk tinggal bersama dia. Kidung pujiannya tercatat dalam 1 Sam 2:1-10, yg berakhir dengan ucapan nabiah tentang Raja Mesias.
Pada usia kanak-kanak Samuel telah dianugerahi wahyu ilahi (3:1-21), yaitu tentang kejatuhan keluarga Eli. Dengan enggan Samuel menyampaikan wahyu itu kepada Eli. Samuel bertumbuh secara mencolok di mata penduduk, dan seluruh negeri tahu bahwa Tuhan telah mempercayai Samuel untuk menjabat jabatan nabi (3:20).
Kekalahan tragis Israel dan hilangnya tabut perjanjian yg disalahgunakan sebagai jimat untuk melawan orang Filistin, serta tewasnya kedua putra Eli dalam peperangan, merupakan akhir dari pewaris Eli dan penolakan terhadap keimaman Harun. Walaupun tidak langsung dinyatakan, Samuel mengambil alih kekuasaan dari Eli yg telah mati (bnd 4:1).
Sesudah suatu jangka waktu yg lama, Samuel memanggil rakyat untuk mengadakan pertobatan nasional dan bakti ulang (7:3). Acuan terhadap 'penghakiman' dalam 7:6 mungkin dihubungkan dengan soal-soal agamawi. Menyadari keterbatasan ingatan manusia, ia mendirikan sebuah tanda peringatan yg permanen untuk janji setia mereka (7:12). Sebagai kepala urusan-urusan sekular, ia berkeliling untuk mengadili Israel (7:16).
Anak-anak Samuel ternyata tidak lebih baik dari anak-anak Eli. Kejahatan-kejahatan mereka menyebabkan ketidakpuasan terhadap sistem hierarki, dan melahirkan tuntutan bagi alternatif lain -- suatu monarki, yg merupakan bentuk pemerintahan yg umum di kalangan bangsa-bangsa sekitar. Allah memerintahkan Samuel agar menuruti saja tuntutan itu, namun ia diperkenankan memperingatkan mereka tentang harga yg harus mereka bayar, yakni wajib militer, pajak dan perbudakan (8:11-18).
Suatu sinar sorot terarah kepada kehidupan pribadi Samuel dalam 9:1-24. Hal ini jelas merupakan suatu peristiwa dalam kehidupan pribadinya. Gambaran tentang Samuel di sini ialah, bahwa ia seorang yg peka secara rohani, yg sedang mengadakan suatu upaya pembinaan untuk maksud mengembangkan agama yg benar; upaya demikian selalu membutuhkan pemimpin yg menyediakan diri terjangkau oleh mereka yg diharapkannya dapat dia bina. Serentak dengan itu Samuel juga terlibat secara mendalam dalam urusan-urusan kenegaraan. Ia dipercayai untuk mengurapi seorang pemimpin nasional. Peristiwa ini merupakan benih awal dari mana tumbuh pohon monarki dalam sejarah Israel.
Ketidakmampuan Saul membedakan yg materiil dan yg spiritual menjadi sumber kedukaan besar bagi Samuel. Saul menyombongkan diri dengan merampas hak-hak istimewa para imam mempersembahkan korban (13:9). Samuel dengan keras mencelanya. Sesudah kekalahan orang Amalek; Saul tidak menaati perintah ilahi. Akibatnya Samuel mengucilkan dia (15:10 dab) dan tak pernah secara resmi mengunjunginya lagi. *SAUL.
Samuel lalu ditugasi menjajaki pengurapan pengganti Saul. Ia diutus menemui keluarga Daud. Tanggapan para penatua Betlehem atas kedatangannya, menunjukkan dengan pasti besarnya kekuasaan yg dia miliki. Lagi-lagi ketika Daud melarikan diri kepada Samuel, raja Saul sadar akan ketidakmungkinannya menerapkan kekuasaan terhadap sang nabi; ia hanya mengirim utusan-utusannya (19:20).
Kita tidak mendengar apa-apa lagi tentang Samuel sampai wafatnya dan perkabungan nasional (28:3). Betapa Saul tergantung kepada Samuel nampak pada usaha Saul menghubungi dia dengan perantaraan wanita petenung dari En-Dor.
Samuel wafat sebelum melihat Daud yg diurapinya menjadi raja Israel yg terbesar. Pada waktu ia wafat, Daud sedang dikejar-kejar oleh Saul di padang belantara En-Gedi. Samuel adalah salah seorang tokoh kunci dalam sejarah Israel. Namanya diabadikan di antara para pahlawan iman dalam Ibr 11.
KEPUSTAKAAN. E Robertson, 'Samuel and Saul', BJRL 39, 1944, hlm 175 dst; A. H Edelkoort, De Profeet Samuel, 1955; A Weiser, Samuel: seine geschichtliche Ausgabe and religiose Bedeutung (FRLANT 81), 1962; J. L McKenzie, 'The Four Samuels', Biblical Research 7, 1962, hlm 3-18, Lih juga kepustakaan pada artikel tersebut. WJM/S/HAO

