SOSIOLOGI
SOSIOLOGI [browning]
Studi dari masyarakat-masyarakat manusia. Semakin penting dalam studi PL dan PB untuk menentukan susunan dan perubahan dalam masyarakat Israel kuno dan dalam perkembangan kelompok-kelompok Kristen di wilayah kerajaan Romawi. Suatu hal yang menarik dari masyarakat Israel ialah perubahan dari susunan masyarakat suku di zaman *Hakim-hakim (yang adalah kepala keluarga-keluarga berkuasa dan yang bertindak menyelesaikan pertengkaran-pertengakaran yang terjadi) sampai pada zaman awal *kerajaan, dan penelitian tata masyarakat ini membantu pengertian terhadap kenabian. Seperti para hakim, para nabi awal juga adalah kepala serikat kerja, seperti Nabi *Elia.
Suatu sistem sosial berdasarkan keturunan, di mana ada banyak pertengkaran dalam suku-suku (Hak. 19:21) menyingkir untuk suatu pemerintahan tunggal di bawah Saul. Tekanan dari luar dan kebutuhan-kebutuhan ekonomi dari dalam memaksa unit-unit yang terpisah itu menerima bentuk monarkhi (kerajaan) itu. Tetapi, sikap yang berbeda-beda terhadap bentuk kehidupan baru itu dalam cerita-ceritanya mencerminkan adanya perlawanan pada pihak yang kalah dalam percaturan kekuasaan itu. Suatu kelompok pedagang yang kuat muncul di bawah *Salomo (965-924 sM) dan kuasa pemerintahan pusat bertumbuh. Nabi-nabi dapat melawan kuasa politik dan religius dari raja-raja (1Raj. 12:14), karena mereka dapat merasa terpisah dari bangunan kekuasaan yang ada. Namun, *Yesaya, yang biasa di istana raja (Yes. 7:3-17) dapat mengkritik raja dan juga mendukung moral rakyat dalam negeri pada waktu diancam serangan *Asyur pada 701 sM. Pembuangan ke *Babel merupakan akhir dari sistem pemerintahan pusat di Yerusalem. Setelah masa pembuangan itu, muncullah kembali kenabian walaupun sebentar. Maleakhi menggabungkan perhatian atas peribadahan dan panggilan untuk keadilan masyarakat (Mal. 3:5), tetapi sesudah itu kelompok-kelompok yang merasa diri dilucuti mencari penghiburan dalam angan-angan apokalyptis (mis. Daniel dan 1 Henokh).
Para ahli PB mencatat bahwa kekristenan awal melibatkan beberapa perpecahan dari norma-norma masyarakat yang sudah mapan dalam kerajaan Roma. Yesus menuntut supaya *murid-murid-Nya melepaskan ikatan-ikatan kekeluargaan apabila mereka hendak mengikut Dia (Mrk. 10:2 9), dan hal itu merupakan sesuatu yang tidak terduga dalam kehidupan masyarakat.
1)alam jemaat-jemaat Paulinik, peniadaan Batas-batas sosial mendorong mobilitas sosial (bnd. Rm. 16:23), di antara mereka yang ada di pinggir kehidupan ekonomi maupun agama. Hukum-hukum makanan Yahudi yang tidak dihargai Paulus maupun hukum *sunat merupakan pukulan bagi orang Yahudi, karena mengancam dasar kehidupan umat *perjanjian. Oleh karena itu, sangat perlu orang Kristen membangun dasar lain untuk menjadi umat Allah dan mengukuhkan solidaritas di antara kelompok-kelompok baru. Pertentangan Paulus di *Galatia dan pandangan teologisnya dalam Surat Roma dapat dimengerti secara sosiologis. Untuk keberhasilan misi orang *bukan Yahudi perlu bahwa Gereja-gereja Kristen baru melepaskan diri dari *Yudaisme dan *sinagoga serta tuntutan-tuntutan *Taurat. Paulus berupaya mengajak orang Kristen Yahudi di Roma untuk beribadah bersama yang bukan Yahudi (Rm. 15:7).
Banyak perhatian dalam Injil Markus diberikan untuk cerita-cerita mengenai kesucian, keramahan, dan makanan, dan dalam Injil Yohanes untuk menyatakan bahwa *mukjizat-mukjizat Yesus adalah 'tanda-tanda' dari makanan sorgawi dan terang ilahi bagi mereka yang masuk ke dalam *persekutuan baru. Persekutuan makin perlu mengerti dirinya sendiri lepas dari orang Yahudi, dalam hal kesucian, dan dalam hubungannya dengan kerajaan, untuk mendapat kepercayaan diri sebagai suatu sekte di tengah kedahsyatan kekuatan-kekuatan kafir. Jadi, orang Kristen diperkuat dengan diberi pengharapan bahwa di atas penderitaan yang ada sekarang masih ada pelepasan ilahi, seperti yang ada bagi Yesus (Mrk. 13).
Studi mengenai hubungan-hubungan sosial itu memberi terang atas kemajuan suatu kelompok kecil di pinggiran masyarakat pedesaan Yahudi di Palestina menjadi Gereja sedunia yang terdiri atas persekutuan-persekutuan serupa di banyak pusat perkotaan. Surat Paulus kepada jemaat di *Korintus memperlihatkan bahwa jemaat itu mempunyai anggota-anggota dari berbagai lapisan masyarakat, dari kedua jenis kelamin, dan dari berbagai pekerjaan. Dalam Gereja itu diajarkan suatu ideal kesamaan derajat yang tidak dikenal oleh dunia Yunani !!- Romawi dan pengakuan dari setiap harga diri manusia ini menjadi alat pengerahan yang sangat kuat (bnd. Gal. 3:28).

