STOA ALIRAN
STOA ALIRAN [ensiklopedia]
Nama aliran filsafat Stoa berasal dari 'Stoa Poikile', yaitu suatu gang di Atena yg bertiang-tiang tinggi besar. Di situlah Zeno orang Kitium (335-263 sM) pertama kali mengajarkan ajarannya yg khas itu. Ajaran tersebut disusun sistematis dan diperluas oleh Chrysippus (kr 280-207 sM), yg digelari 'pendiri kedua' aliran Stoa. Sewaktu Paulus menghadapi golongan Stoa di Atena (Kis 17:18), pandangan umum mereka sudah agak berubah karena unsur-unsur yg diambil dari Platoisme. Juru bicara yg penting dari aliran Stoa yg agak bersifat sinkretis ialah Posidonius.
Dalam pergumulan yg sama tentang ketidakpastian hidup seperti digumuli golongan Epikurus, yg mencari kebahagiaan hidup dalam sikap yg tidak peduli apa-apa, golongan Stoa mencari kelepasan dengan menyesuaikan kehendaknya pada akal budi yg sudah tertanam dalam alam semesta ini (*LOGOS). Manusia menjadi bahagia jika ia tidak menghendaki sesuatu lain dari apa adanya; justru biarkanlah dia mencari pengetahuan yg jernih tentang daur masa alam semesta dan supaya berusaha menerima itu dengan sukarela. Kendati seseorang harus memainkan peranannya secara mau tak mau dalam kegiatan akal budi universal ini, tapi demi kedamaian hatinya sendiri perlu sekali dia lakukan itu secara sadar dan dengan sukarela; dia harus mencari hal-hal yg cocok dengan tempatnya dalam tatanan alam (ta kathekonta) ini dan janganlah ia mengejarnya dengan nafsu atau keinginan, sebab mungkin akan mengecewakan dia, tapi dengan kebajikan yg tulus ikhlas, tanpa mencari keuntungan sendiri. Ia harus melayani sesamanya bukan didorong oleh kasih, yg akan membuat dia menderita jika pelayanannya gagal menolong mereka, tapi dari pengakuan yg murni bahwa hidup melayani adalah 'kodrat' manusia. Akal budi universal adalah ilah yg tertinggi; mitologi tradisional ditafsirkan dalam bentuk lambang.
Semuanya ini nampak sangat keras dan dingin, tapi orang-orang Stoa secara perseorangan, termasuk kaisar Roma, Markus Aurelius, memegang ketat pedoman hidup dalam kelakuan pribadinya. Lagi pula, bh Stoa sebagian dapat digunakan untuk menerima isi ajaran Kristen; banyak dari ungkapan bh Paulus dalam pembelaannya di Areopagus (= Bukit Ares) berasal dari ungkapan bh aliran Stoa (*AREOPAGUS).
KEPUSTAKAAN. H von Arnim, Stoicorum Veterum Fragmenta, 1903-1905; E Bevan, Stoics and Sceptics, 1913; M Pohlenz, Paulus and die Stoa, 1964. MHC/MHS/HAO


untuk membuka halaman teks alkitab dalam format PDF. [