Daftar Isi
BROWNING: SUMBER-SUMBER

SUMBER-SUMBER

SUMBER-SUMBER [browning]

1) PL. Walaupun *Pentateukh itu terasa utuh dan lancar sebagai satu kesatuan, namun ditinjau lebih teliti ternyata mempunyai sejumlah sumber-sumber. Beberapa di antaranya malah disebutkan, misalnya 'Kitab Peperangan TUHAN' (Bil. 21:14-15). Bagian-bagian lain dalam PL agaknya pernah beredar tersendiri, seperti Ratapan Daud (2Sam. 1:18). Tetapi, penelitian kritis atas naskah Pentateukh telah menyatakan secara jelas bahwa sumber-sumber lama sekarang menyatu membentuk buku yang kita miliki sekarang. Misalnya, diketahui bahwa cerita kejadian mestinya berakhir pada Kej. 2:4a; lalu suatu cerita lain sejajar dengan itu, dengan gaya dan isi yang lain menyambung ke dalam Kejadian 2:4b. Hal serupa terdapat pada Kej. 6:5-9:19, cerita *air bah memperlihatkan bukan hanya perbedaan gaya, tetapi juga hal-hal yang bertentangan dan tidak bersesuaian. Misalnya, tujuh pasang binatang harus masuk ke dalam *bahtera (Kej. 7:2), tetapi menurut Kej. 6:19 hanya sepasang saja.

Hipotesis yang luas diterima mengenai soal-soal ini dalam Pentateukh mengental padat, khususnya sekitar berbagai nama untuk Tuhan: Yahweh dan Elohim. Sumber-sumbernya diberi tanda pengenal *Y, *E, *D. dan *PY dari Jahveh (dalam bahasa Jerman) dibayangkan oleh banyak ahli berasal dari selatan negeri, abad ke-10 sM; E (dari Elohim) dari utara, abad ke-8 sM; D (Deuteronomium) dihubungkan dengan Raja *Yosia yang menemukan Kitab Hukum di Bait Suci (622 sM); dan P (Priestly = keimaman) ditempatkan sekitar masa pembuangan ke *Babel, atau tidak lama sesudahnya, dengan perhatian khusus pada ritual dari tempat peribadahan dan persembahan-persembahan yang dibawakan oleh imam-imam dari suku *Lewi. Hipotesis keempat dokumen ini berasal dari ahli-ahli Jerman, *Graf dan *Wellhausen, yang hingga kini menjadi batu loncatan bagi semua penelitian PL. Kendatipun demikian, banyak segi dari hipotesis ini diperdebatkan. Dan mungkin yang paling rawan adalah pandangan tentang adanya sumber E. Beberapa ahli berpendapat bahwa berbagai sama untuk Allah itu belum cukup menjadi alasan untuk menentukan berbagai sumber tulisan. Di bagian lain dalam PL disepakati bahwa Yes. 1-39 adalah suatu susunan pengarang dari beberapa sumber tulisan dan pasti berbeda dari Yes. 40-66.

2) PB. Pada umumnya diterima bahwa kesamaan susunan dan perhatian yang ada di antara Injil-injil Sinoptik memerlukan suatu hipotesis tentang penggunaan sumber-sumber. Luk. 1:1 secara jelas menyatakan bahwa pengarangnya mengenal beberapa pendahulu dalam menuliskan Injil itu. Kalaupun tidak ada suatu penyelesaian yang diakui secara universal dalam soal Injil-injil Sinoptik itu, lazim sudah untuk mengatakan bahwa Injil Markuslah yang pertama dituliskan dan bahwa Matius dan Lukas menyerap Injil Markus ke dalam karangan mereka yang lebih luas. Bahan selebihnya yang sama-sama dikenal Matius dan Lukas dijelaskan dengan pandangan bahwa keduanya mempunyai suatu pengenalan sumber tradisi yang sama (yaitu *Q), atau sebagian kecil ada yang menjelaskan bahwa Lukas mengenal baik Matius maupun Markus.

Ada pandangan sebagian kecil peneliti bahwa Injil Yohanes adalah susunan dari sumber-sumber tulisan yang sudah ada sebelumnya, misalnya sumber tanda-tanda atau sumber percakapan. Bahan-bahan itu lalu disusun menurut judul perayaan-perayaan (Yahudi). Pola atas keseluruhan karya Injil Yohanes itu tentu berasal dari penyusunnya. Satu keberatan terhadap hipotesa ini adalah bahwa keseluruhan karangan Injil Yohanes mempunyai satu gaya yang tetap. Namun, mungkin pengarang Injil Yohanes memang mempunyai sumber bahan tertulis, seperti yang tampak dalam cerita pemberian makan kepada orang banyak pada Yoh. 6:1-21.




TIP #08: Klik ikon untuk memisahkan teks alkitab dan catatan secara horisontal atau vertikal. [SEMUA]
dibuat dalam 0.07 detik
dipersembahkan oleh YLSA