Lihat definisi kata "Yakobus, Surat" dalam Studi Kata
: A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
Yakhin dan Boas | Yakhmai | Yakhmat | Yakim | Yakobus | Yakobus, Surat | Yakub | Yakub (Berkat Yakub) | Yakup | Yakut | Yalon
Daftar Isi
HAAG: Yakobus, Surat
BROWNING: YAKOBUS, SURAT
ENSIKLOPEDIA: YAKOBUS, SURAT

Yakobus, Surat

Yakobus, Surat [haag]

Yakobus (Surat).

Surat ini adalah yang pertama di antara --> Surat-surat Katolik. ~SY termasuk tulisan deuterokanonik (Misalnya: Eusibius menolak dimasukkannya ~SY ke dalam daftar kanon). Di bawah pengaruh Hironimus dan Agustinus surat itu diakui secara umum sebagai tulisan Kitab Suci pada abad 4. Hanya Yakobuslah (3) yang dipandang menjadi penulisnya. Meskipun ~SY ditulis dalam bahasa Yunani yang utuh, namun corak dan isinya menunjukkan, bahwa penulisnya adalah seorang Yahudi. Reaksi di dalamnya atas ajaran Paulus perihal pembenaran iman (Bdk.: Yak 2:24 dengan Rom 3:28), mengandaikan, bahwa surat kepada umat di Roma sudah tersebar luas sebelum tahun 62, tahun meninggalnya Yakobus, akan tetapi hal ini boleh diragukan. Oleh sebab itu perlu diperhitungkan, bahwa nukilan polemik Yak 2:14-26 ditambahkan oleh seorang redaktor pada surat yang semula masih melulu parenetis itu. ~SY ini ditujukan kepada "para kristen yang tersebar di mana-mana". Hal itu berarti, bahwa surat tersebut sudah harus ditulis sebelum tahun 70 (: sesudah tahun 70 sudah tidak ditemukan jemaat umat Yahudi Kristen). Berarti juga bahwa ~SY ditulis di Yerusalem, tempat Yakobus sendiri menjadi Uskup. Surat tersebut memuat sebuah kumpulan amsal-amsal, yang disusun menurut isi kesusilaan. Di dalam surat itu ada gagasan dogmatis. Surat itu tadi lebih tepat disebut sebuah homili perihal percobaan (Yak 1:2-18), perihal kekayaan, perihal pemeliharaan orang sakit dan lain-lain (Yak 4:13-5:20).

YAKOBUS, SURAT [browning]

Dialamatkan kepada suatu kelompok dalam jemaat, mungkin yang berlatar belakang Yahudi, dan menderita kemiskinan. Surat ini merupakan imbauan mengenai perbuatan baik, seperti belas kasihan (2:14-26) dan kejujuran (4:11-12), mencela keduniawian (4:4) dan sikap tunduk terhadap orang-orang kaya (2:3). Surat ini tidak begitu dihargai oleh Martin Luther, yang menganggap nasihatnya mengenai perbuatan baik bertentangan dengan doktrin Paulus mengenai *pembenaran oleh *iman dan bukan oleh perbuatan. Namun, perbuatan baik yang ditekankan oleh Yakobus bukanlah perbuatan menurut *Taurat yang tidak ingin dipaksakan oleh Paulus kepada orang-orang *bukan Yahudi yang telah bertobat, seperti *sunat. Karena itu, sebenarnya tidak ada pertentangan antara Paulus dengan Yakobus. Yakobus khawatir bahwa persekutuan terobsesi oleh uang (1:11) dan kasak-kusuk (4:11).

Tidak dapat dipastikan siapakah 'Yakobus' dalam 1:1. Secara tradisional ia dianggap sebagai saudara Tuhan, di Yerusalem. Hanya Yakobuslah yang dapat menulis dengan wibawa sedemikian rupa. Namun, dapatkah ia menulis dalam bahasa Yunani seperti itu? Benar bahwa bahasa Yunani di Palestina lebih dikenal secara luas daripada yang diperkirakan oleh para sarjana, dan merupakan bahasa percakapan di Palestina, sehingga bukannya tidak mungkin ia menulis surat itu. Tetapi, lebih dari itu, berdasarkan pengetahuannya yang baik atas surat-surat Paulus (2:19-20), pasti surat ini ditulis lebih kemudian daripada masa kehidupan Yakobus, yang oleh sejarawan Eusebius dan oleh Josephus dilaporkan telah menjadi martir sebelum 70 M. Seandainya surat ini *pseudonim, kemungkinan disusun dari ringkasan nasihat yang berasal dari sumber-sumber Yahudi Kristen yang berbeda-beda, seorang editor telah memberikan kesatuan struktur pada khotbah-khotbah tersebut dan menggunakan nama Yakobus sebagai penulisnya.

YAKOBUS, SURAT [ensiklopedia]

I. Penulis

Sampai abad 4 Surat ini tidak mendapat pengakuan secara umum. Orang ragu-ragu menerimanya karena kurang pasti mengenai penulis, yg menerangkan dirinya sebagai 'hamba Allah dan Tuhan Yesus Kristus' (Yak 1:1). Umumnya sependapat bahwa Yakobus anak Zebedeus sudah lama mati martir, sehingga tak mungkin dia penulis Surat ini. Tapi di Spanyol pada abad Pertengahan Eropa, tradisi bertahan mengatakan bahwa dialah penulis Surat itu. Dan dalam suatu naskah abad 10 Codex Corbeiensis, yg memuat naskah Latin abad 4 dari Surat itu, disebut dialah penulisnya.

Sesudah secara umum dipahami bahwa Yakobus saudara Tuhan Yesus-lah penulisnya, dan bahwa dia disebut 'rasul' oleh Paulus (Gal 1:19), Surat ini memenuhi syarat kerasulan dan diterima dalam kanon. Tidak ada bukti bahwa Surat ini dalam gereja kuno dikaitkan kepada Yakobus 'Muda' (Mrk 3:18). Alasan Luther menolak Surat ini setara dengan Kitab-kitab Kanon lainnya ialah, menurut dia Surat ini bertentangan dengan pandangan Paulus mengenai masalah pembenaran. Dan jika Yak dibandingkan dengan Kitab-kitab Kanon -- demikian Luther -- ternyata Yak 'sungguh kitab jerami'. Tapi dalam penilaian ini Luther sendirian, tidak seorang pun bapak-bapak gereja yg mendukung dia.

Alamat 'kepada kedua belas suku di perantauan' (1:1), mungkin merupakan ungkapan yg melambangkan jemaat Kristen yg berserakan di seluruh dunia waktu itu, menjadi alasan kuat untuk memasukkan Surat ini ke dalam kelompok Surat, yg tidak dialamatkan kepada jemaat tertentu (*SURAT-SURAT UMUM).

Watak homiletika Yak, unsur ke-Yahudi-an dalam kekristenannya, sastra Hikmat Yudaisme yg terakhir yg digemakannya ('hikmat' dapat dikatakan adalah salah satu kata pokoknya; lih 1:5; 3:17), ucapan-ucapan Yesus yg menggema dalam Khotbah di Bukit (bnd 2:13, dgn Mat 5:7; 3:12 dgn Mat 5:16; 3:17 dgn Mat 7:20; 5:2 dgn Mat 6:19; 5:12 dgn Mat 5:34-37), dan nada wibawa yg terdengar dalam ucapan-ucapan penulis, semuanya itu selaras dengan tradisi bahwa dialah 'uskup' pertama dari Gereja Yerusalem, ketua sidang yg diceritakan dalam Kis 15.

Lagipula, walaupun Surat ini memuat beberapa ungkapan sastra yg jelas bukan bersumber pada PL (lih 1:17, 23; 3:6), tapi mempunyai ciri-ciri Ibrani, dibarengi pertanyaan-pertanyaan retorika, tamsil-tamsil yg tajam, percakapan-percakapan yg berpura-pura, perumpamaan-perumpamaan yg mengesankan dan lukisan-lukisan yg indah. Semuanya ini membuat sangat masuk akal untuk membayangkan bahwa kita sedang mendengar seorang Kristen Yahudi Palestina yg bilingual, yg terus-menerus tinggal di Yerusalem -- sepanjang kita tahu -- sejak kebangkitan Tuhan Yesus sampai maut martirnya kr 30 thn kemudian. Karena jabatannya terhormat dia mempunyai hubungan dengan orang Yahudi dan orang Kristen dari segala penjuru dunia. Persamaan bh Yunani yg terdapat dalam Surat ini dengan ceramah Yakobus pada Sidang di Yerusalem (bnd 1:1 dgn Yak 1:23; 1:27 dgn Kis 15:14; 2:5 dgn Kis 15:13; 2:7 dgn Kis 15:17) merupakan bukti yg kuat akan kepenulisan Yakobus.

II. Penulis: teori-teori lain

Di pihak lain, hampir mutlaknya alpa doktrin Kristen, kesembarangan kaidah-kaidah moral yg banyak terdapat dalam Surat ini, dan kenyataan bahwa Yesus Kristus hanya dua kali disebut di dalamnya, mendorong banyak ahli modern melepaskan pandangan bahwa Surat ini ditulis oleh Yakobus, saudara Tuhan Yesus kr thn 40-60 M. Ada dua hipotesa pilihan yg digemari. Pertama, mempradalilkan bahwa suatu khotbah asli Yahudi dicocokkan di kemudian hari untuk dipakai oleh orang Kristen Yahudi dengan menyisipkan 'Yesus Kristus'pada ay 1:1 dan 2:1. Kedua, menganggap Surat ini sebagai khotbah kristiani yg agak kemudian, yg ditulis untuk memenuhi kebutuhan persekutuan-persekutuan Kristen yg lebih mantap, sesudah semangat penginjilan memudar. Menurut hipotesa ini penulis ialah seorang Yakobus yg tidak dikenal, atau seorang penulis lain yg berusaha memberi wibawa kepada karyanya dengan memakai nama anak Zebedeus atau nama uskup pertama di Yerusalem.

Alternatif pertama bisa menerangkan ungkapan-ungkapan seperti 'Abraham, bapak kita' (2:21) dan 'Tuhan semesta alam' (5:4), juga tekanan yg diberikan kepada pembenaran karena perbuatan (2:14-26). Dapat juga diterangkan gejala bahwa penulis berbicara seperti Amos kedua, tatkala dia mencela keras orang-orang kaya (5:1-6); juga bahwa dia menoleh kepada Abraham (2:21), kepada Rahab (2:25), Ayub (5:11) dan Elia (5:17), dan 'para nabi yg telah berbicara demi nama Tuhan' (5:16) untuk memberi contoh-contoh kebajikan yg dianjurkannya, dan bukan kepada Yesus. Tapi ciri ini, yg terdapat dalam Surat ini, tidak menuntut keterangan seperti itu, karena PL-lah Alkitab bagi masyarakat Kristen perdana. Dan seperti sudah dipaparkan, 'tak ada satu pun kalimat dalam Surat itu, yg mungkin dapat ditulis oleh seorang Yahudi tapi tak mungkin oleh seorang Kristen.' Tambahan pula, sukar sekali diterima akal bahwa seorang Kristen, penyisip yg dikhayalkan itu, sanggup mengekang diri begitu keras, yakni membatasi diri hanya dua kali menyisipkan nama Kristus.

Alternatif kedua dapat diterima jika diandaikan bahwa 2:24-26 ditulis untuk menghadapi pemutarbalikan ajaran Paulus mengenai pembenaran karena iman. Kendati demikian, itu tidak dapat menerangkan ciri-ciri kuno yg terdapat dalam Surat itu, seperti pemakaian kata 'sinagoge' untuk kumpulan orang Kristen dalam 2:2. Selanjutnya, jika kita harus mengandaikan penulis adalah seorang Yakobus yg tidak dikenal, maka sukar dimengerti mengapa Surat ini mendapat pengakuan. Tapi sebaliknya, jika kita menganggap Surat ini palsu, maka harus kita tanyakan mengapa penulis tidak menyebut dirinya 'rasul Yakobus' atau 'Yakobus, saudara Tuhan Yesus'. Lagipula, walaupun sudah jelas dari bukti yg diberikan oleh Eusebius dan Yerome, bahwa banyak pakar yg menolak untuk menerima Surat itu asli (ditulis oleh Yakobus), berdasarkan alasan bahwa bisa saja ditulis oleh orang lain dengan memakai nama rasul. Tapi kenyataan bahwa Surat itu akhirnya memang diakui berdasarkan patokan kerasulan, mengisyaratkan bahwa pertimbangan terakhir tidaklah dibuat tanpa tanggung jawab.

III. Ajarannya

Surat ini dinilai tinggi oleh Gereja Katolik. Mereka menganggapnya mensahihkan dogma tentang jasa dan pembenaran karena perbuatan, tentang pengakuan dosa kepada imam (5:16) dan tentang sakramen perminyakan (5:14). Pihak Protestan cenderung terpengaruh oleh Luther, yakni kurang menghargainya dan memandangnya sebagai setengah Kristen. Tapi ada tanda-tanda bahwa orang Kristen modern sudah menyadari kebodohan sikap kurang menekankan kebajikan sebagai akibat ajaran pembenaran karena iman, dan kurang menekankan tempat kebajikan atau perbuatan yg baik yg patut diterapkan dalam hidup kekristenan. Surat ini jelas melengkapi, tapi sama sekali tidak bertentangan dengan Gal dan Rm.

Agaknya Yakobus tidak memakai kata 'dibenarkan' dalam 2:21 dengan menunjuk kepada peristiwa dalam cerita Abraham disinggung oleh Paulus, lih Kej 15:6, tapi menunjuk kepada peristiwa yg tertulis dalam Kej 22.

Dalam peristiwa pertama Abraham 'dibenarkan' karena imannya; dalam peristiwa kedua dia nampak dibenarkan karena kesediaannya untuk mengorbankan Ishak (sebagai korban sembelihan), jika itu kehendak Yahweh. Seperti diterangkan oleh Calvin, para penulis Kitab Suci tidak semuanya dituntut harus memakai argumen yg sama. Dia tambahkan juga, bahwa Surat ini tidak mengandung sesuatu apa pun yg tidak layak diharapkan dari seorang rasul Kristus. Surat ini bahkan memberikan banyak pelajaran pokok yg sangat berguna bagi kehidupan Kristen seperti: panjang sabar, doa kepada Allah, keunggulan dan buah kebenaran sorgawi, kerendahan hati, kewajiban kudus, pengekangan lidah, pemeliharaan perdamaian, penguasaan hawa nafsu.

Mencolok sekali, satu-satunya definisi agama sejati yg pernah diberikan dalam PB, dapat dijumpai hanya dalam Surat yg praktis ini (1:27). Seperti dikatakan dalam TNTC, 'Jika iman tidak terterap dalam kasih dan dogma, bagaimanapun ortodoksnya, tak akan ada sangkut pautnya dengan hidup; kapan pun orang Kristen tergoda untuk menempatkan dirinya di pusat agamanya, akan menjadi tidak peduli terhadap kebutuhan sosial dan jasmani orang-orang lain. Atau, jika mereka menyangkal syahadat kepercayaan mereka melalui cara hidup mereka, dan kelihatan lebih suka menjadi sahabat manusia duniawi daripada sahabat Allah, maka pada saat itu Surat Yak memperingatkan mereka, yg mereka tolak dengan risiko sendiri.'

Yak 5:13-15 ditafsirkan salah pada tahun-tahun terakhir ini untuk mendukung ajaran yg keliru mengenai 'penyembuhan rohani', dan perintah dalam 5:16 digunakan untuk membenarkan praktik yg berbahaya, yaitu pengakuan dosa secara terbuka dan tanpa batas. Karena alasan-alasan tambahan inilah maka Surat ini meminta perhatian khusus masyarakat Kristen sekarang ini.

Pada zaman dimana kekerasan kodrat ilahi dan transendensi Allah cenderung dilupakan orang, maka perlu ditekankan ulang keseimbangan yg disajikan dalam Yak ini tentang Allah yg tidak berubah (1:17), Allah Pencipta (1:18), Allah Bapak (1:27; 3:9), Allah yg berdaulat (4:15). Allah yg tidak dapat dicobai oleh yg jahat (1:13); kepada-Nya-lah orang patut menundukkan diri dengan rendah hati (4:7, 10); Allah Pembuat Hukum dan Hakim, yg menyelamatkan dan yg membinasakan (4:11-12), yg tidak menyabarkan hati terhadap musuh (4:4-5), yg memberi hikmat (1:5) dan kasih karunia (4:6), yg menjanjikan mahkota kehidupan kepada orang-orang yg mengasihi Dia (1:12).

KEPUSTAKAAN. Tafsiran oleh F. J. A Hort, 1909; J. B Mayor, 1913; J. H Ropes, ICC, 1916; R. V. G Tasker, TNTC, 1956; C. L Mitton, 1966; F Mussner, 1964; M Dibelius, 1975. RVGT/PHD/MHS/HAO


Lihat definisi kata "Yakobus, Surat" dalam Studi Kata



TIP #28: Arahkan mouse pada tautan catatan yang terdapat pada teks alkitab untuk melihat catatan ayat tersebut dalam popup. [SEMUA]
dibuat dalam 0.10 detik
dipersembahkan oleh YLSA