Yudas, Surat
Yudas, Surat [haag]
Yudas. (Bentuk Yun-Lat. dari --> Yehuda).
- (1) ~Y orang dari Galilea (Kis 5:37) asal dari Gamala di daerah Gaulanitis. Pada waktu ada cacah-jiwa yang dilakukan oleh Quirinus, ia telah menggerakkan orang-orang Yahudi melawan bangsa Romawi. Ia adalah seorang pengikut theokrasi yang muntlak. Ia mendirikan sebuah gerakan religius yang fanatik. Gerakan itu disebut gerakan para --> Zelot.
- (2) ~Y orang --> Makabe.
- (3) ~Y --> Iskariot, putera Simon. Salah seorang dari ke-12 rasul. Injil Sinoptik memberitakan perundingannya dengan Majelis Besar Yahudi (Mat 26:14-16 dsj), memberitakan pula tentang sikapnya di dalam perjamuan malam (Mat 26:25), tentang ciumannya terhadap Yesus (Mat 26:48-50 dsj), tentang kegelisahan batin dan kematiannya (Mat 27:3-10). Pengkhianatan ~Y merupakan sebuah persoalan bagi jemaat purba. Mereka berusaha mencari pemecahan dengan menghubungkan pengkhianatan itu pada ketidakpercayaannya (Mat 26:1-16; Mark 14:1-11), pada nafsunya akan harta (Yoh 12:4-6) atau pada bisikan setan (Luk 22:3; Yoh 13:2,27). Lukisan yang macam-macam tentang kematiannya (Mat 27:5: menggantung diri; Kis 1:18-19: perutnya terbelah; Papias: membusuk hidup-hidup), menunjukkan keinginan mereka untuk melihat hukuman yang pantas atas penghianatan ~Y terhadap Yesus.
- (4) ~Y putera Yakobus (Luk 6:16; Kis 1:13; pada Mark: --> Tadeus; pada Mat: (Alfeus). Sejak Tertulianus dan Origenes ia disamakan dengan saudara kandung Yakobus dan penulis surat ~Y. Dewasa ini pandangan tersebut ditolak, sebab dipandang tidak mungkin.
- (5) ~Y dari Damsyik, penghuni jalan "lurus". Diperkirakan seorang kristen Yahudi, yang menerima Paulus ke dalam rumahnya. (Kis 9:11).
YUDAS, SURAT [browning]
Dalam PB ditempatkan di antara surat-surat Yohanes dengan Wahyu. Meskipun secara tradisional dianggap berasal dari *Yudas, salah seorang saudara Yesus (Mrk. 6:3), surat ini lebih mungkin berasal dari generasi kemudian, yang memberi nasihat agar selalu ingat perkataan-perkataan para rasul (Yud. 1:17). Surat ini tidak memiliki ucapan salam yang lazim untuk orang-orang tertentu, dan termasuk apa yang dikenal sebagai 'surat-surat am' atau 'surat-surat umum'. Bidat-bidat yang dikutuk mungkin adalah orang-orang *Gnostik, yang menganggap dirinya bebas dari batasan-batasan moral (Yud. 1:4). Peringatan bagi mereka diambil dari PL dan dari 1 Henokh, serta *Assumption Of Moses (seperti terdapat juga dalam 2Ptr. 2:1-18). Surat Yudas mungkin ditulis di Palestina oleh seorang Kristen yang berlatar belakang Yahudi.
YUDAS, SURAT [ensiklopedia]
Salah satu di antara *'Surat-surat Umum'.
I. Isi ringkas
Surat ini terdiri dari 5 bagian:
a. Salam (Yud 1:1-2).
b. Tujuan Surat (Yud 1:3-4).
c. Pengajar-pengajar palsu dicela dan kehancurannya dipraucapkan (Yud 1:5-16).
d. Nasihat kepada orang Kristen (Yud 1:17-23).
e. Doksologi (Yud 1:24-25).
II. Penulis, tarikh dan kanonitasnya
Penulis Surat ini menyebut dirinya 'Yudas, hamba Yesus Kristus dan saudara Yakobus'. Dalam gereja perdana hanya ada satu orang Yakobus yg bisa disebut dengan cara ini tanpa ada keterangan lain, yaitu 'Yakobus, adik (saudara) Tuhan Yesus' (seperti ia disebut dlm Gal 1:19). Ini menyarankan bahwa penulis sama dengan Yudas, yg digolongkan kepada adik-adik Tuhan Yesus dalam Mat 13:55 dan Mrk 6:3. Dialah Yudas yg dua cucunya laki-laki -- menurut Hegesipus -- diperiksa dan diusir oleh Kaisar Domitianus, setelah dia mendapat keterangan bahwa keduanya keturunan Daud (Eusebius, EH 3. 19-20).
Tarikh Surat ini tak dapat dipastikan; mungkin paroan kedua abad I M, sesudah Yerusalem takluk (ay 17 mengacu kepada para rasul pada masa lalu). Menjelang akhir abad 2 ada rujukan yg tegas akan surat ini dalam daftar kanon Muratori dan tempat-tempat lain; tapi mungkin juga ada singgungan-singgungan akan Surat ini yg lebih dini pada abad itu, dalam Kitab Didakhe dan Kitab Shepherd dari Hermas. Kanonitas Surat ini lama diperdebatkan, tapi akhirnya disahihkan sebab (seperti kata Origenes) 'kendati isi Surat itu hanya sedikit, tapi penuh dengan kata-kata yg mengandung kuasa kasih karunia sorgawi.'
III. Alasan dan maksud
Dalam menulis Surat ini Yudas mempunyai sasaran lain berkaitan dengan 'keselamatan kita bersama' (ay 3), setelah dia merasa terpaksa mengambil sikap melawan, untuk mempertahankan dengan gigih kepercayaan para rasul. Perlawanan ini terpaksa karena bahaya yg timbul akibat kemajuan-kemajuan yg dicapai oleh gnostisisme dan yg sudah melanda masyarakat Kristen. Masyarakat itulah yg disapa oleh Yudas melalui Suratnya ini. Yg dia tentang bukanlah suatu bentuk ajaran asketis seperti yg ditentang Paulus dalam Surat Kol, tapi gerakan antinomian -- pendapat yg mengatakan bahwa orang Kristen dibebaskan dari tanggung jawab untuk mematuhi moral hukum. Pendapat ini mungkin didasarkan pada ajaran Paulus tentang kemerdekaan Kristen, tapi dengan penafsiran yg salah. Mereka menafsirkan kemerdekaan itu sebagai 'izin untuk hidup dalam dosa' (bnd Gal 5:13). Hal ini teracu dalam keterangan Yudas tentang guru-guru penyesat bersangkutan, yg 'menyalahgunakan kasih karunia Allah kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka', dan yg 'menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus' (ay 4).
IV. Argumentasinya
Ajaran palsu harus ditelanjangi. Meletakkan kebenaran berdampingan dengan yg palsu karena berharap bahwa setiap orang akan dapat membedakannya, tidaklah mengatasi persoalan. Dan membuktikan kesalahan suatu ajaran, adalah pasangan inti dari mempertahankan iman 'yg telah disampaikan kepada orang-orang kudus' (ay 3).
Ganjaran guru-guru penyesat telah dinyatakan zaman dulu. Hukuman Allah, kalaupun lambat, pasti datang, dan jika sudah diputuskan akan tetap berlaku selama-lamanya. Demikianlah yg terjadi atas orang Israel yg durhaka yg mati di padang gurun (bnd 1 Kor 10:5; Ibr 3:17; kenyataan ini adalah 'lambang rohani' yg biasa di antara orang Kristen perdana), juga atas malaikat-malaikat yg memberontak dalam Kej 6:1-4, dan atas kota-kota di lembah Yordan (bnd Kej 19). Seperti contoh-contoh di atas, guru-guru penyesat itu menentang kekuasaan yg ditetapkan Allah. Mereka berbeda dari penghulu malaikat, Mikhael, yg tidak tega memakai kata-kata penghinaan bahkan kepada Iblis sekalipun (ay 8-10). (Klemen dan Origenes berkata, bahwa pertengkaran antara Mikhael dgn Iblis disajikan dlm Assumption of Moses, tapi bg yg menceritakan peristiwa itu tidak ada lagi.) Orang-orang seperti Bileam dan Korah mengingatkan juga makna kehancuran ini, yg menjadi pelajaran bagi pengikut-pengikut mereka di hari kiamat (ay 11).
Guru-guru penyesat itu menaburkan kemelut dan aib ke dalam persekutuan gereja, tepat pada jantungnya. Mereka adalah gembala-gembala yg memangsa gembalaannya, atau awan yg menutupi matahari tapi tidak menitikkan air hujan yg menyegarkan, atau, ibarat pohon, tidak berbuah (ay 12). Mereka bagaikan ombak yg menderu yg tidak menghasilkan apa-apa, dan keganasannya berakhir dalam buih dan busa; mereka ibarat bintang-bintang yg masuk ke dalam kekelaman yg kekal (ay 13). Hukuman yg akan menimpa mereka pada hari parousia sudah dinubuatkan oleh Henokh (ay 14 dab; bnd 1 Henokh 1:9).
Tapi orang percaya tidak perlu takut karena kegiatan guru-guru penyesat seperti itu, yg timbul tenggelamnya wanti-wanti telah lebih dulu diperingatkan oleh para rasul. Sebaiknyalah orang percaya melindungi diri sendiri dengan membina dirinya di atas iman, berdoa dalam kuasa Roh Kudus, mantap tinggal dalam lingkungan kasih Allah, dan menatap ke depan ke saat penggenapan rahmat Tuhan dan kehidupan yg kekal, tatkala Kristus kelak datang kembali (ay 17-21). Sementara mereka membenci dan menyingkirkan semua guru penyesat, mereka patut mengasihani dan menyelamatkan korban yg disesatkan oleh guru-guru penyesat itu (ay 22-23).
Surat diakhiri dengan pujian kepada Allah, sebagai Satu-satunya yg dapat melindungi umat-Nya dari keadaan tersandung, sampai mereka dapat berdiri tanpa aib 'dan penuh kegembiraan di hadapan kemuliaan-Nya'.
KEPUSTAKAAN. J. B Mayor, The Epistle ofJude and the Second Epistle of Peter, 1907; MR James, 2 Peter and Jude, CGT, 1912; J Moffatt, The General Epistles, MNT, 1928; E. M Sidebottom, James, Jude and 2 Peter, NCB, 1967; M Green, 2 Peter and Jude, TNTC, 1968. FFB/MHS/HAO

