16 Oktober 2003

Membukakan Pintu

Topik : Suami/Istri

Nats : Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan istrimu, sebagai kaum yang lebih lemah! (1Petrus 3:7)
Bacaan : 1Petrus 3:1-12

Saat saya dan istri makan siang bersama pasangan suami-istri lain, saya perhatikan, setelah keluar dari mobil, sang suami memutar ke sisi lain mobilnya dan membukakan pintu bagi istrinya. Kemudian saya berkata pada pria itu, "Sebagian wanita mungkin menganggap tindakan itu memalukan." "Benar," jawabnya. "Seorang wanita pernah melihat saya melakukan hal ini, dan ia pun segera berkomentar, 'Saya yakin sebenarnya istri Anda sangat mampu membuka pintu sendiri!' Lalu saya menjelaskan kepadanya, 'Saya membukakan pintu untuk istri saya bukan karena ia tidak mampu membuka pintu sendiri, melainkan untuk menghormatinya.'"

Yesus memperlakukan wanita dengan penuh penghargaan dan hormat (Yohanes 4:1-38; 8:3-11; 19:25-27). Begitu juga di dalam 1 Petrus 3:7, para suami diminta untuk hidup bijaksana dengan istrinya, sebagai kaum yang lebih lemah! Pria dan wanita masing-masing memiliki kelemahan tersendiri. Namun secara umum, wanita lebih lemah daripada pria secara fisik. Selain itu, wanita juga memiliki kebutuhan dan sifat sensitif yang unik. Hal ini bukan berarti kedudukan mereka lebih rendah. Sebaliknya, Petrus berkata bahwa sebagai orang-orang kristiani, pria dan wanita adalah "pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan" (ayat 7).

Membukakan pintu bagi seorang wanita mungkin mungkin bagi sebagian orang tampak seperti sopan-santun yang kuno. Namun, hal itu juga dapat menjadi tanda penghargaan yang indah, baik bagi pria maupun wanita, jika itu menggambarkan penghargaan dan rasa hormat yang dimiliki seseorang terhadap pasangannya --Dennis De Haan



TIP #16: Tampilan Pasal untuk mengeksplorasi pasal; Tampilan Ayat untuk menganalisa ayat; Multi Ayat/Kutipan untuk menampilkan daftar ayat. [SEMUA]
dibuat dalam 0.04 detik
dipersembahkan oleh YLSA