Mata yang Tertuju Pada-Nya
Topik : -Nats : Merpatiku ... perlihatkanlah wajahmu, perdengarkanlah suaramu! (Kidung Agung 2:14)
Bacaan : Wahyu 19:6-10
Saya mendapat kehormatan untuk memimpin upacara pernikahan antara Steve dan Karen. Allah telah mempertemukan pasangan ini, dan mereka sungguh-sungguh saling mencintai.
Ketika hari pernikahan tiba, seluruh persiapan telah dilakukan. Gaun gadis-gadis pengiring pengantin telah siap, bunga-bunga telah ditempatkan sedemikian rupa, dan acara gladi bersih telah dilakukan. Pada saat upacara pernikahan dimulai, Steve dan saya berjalan terlebih dahulu. Kami berdiri di depan saat gadis-gadis pengiring masuk dan mengambil posisi mereka masing-masing. Selanjutnya, gadis-gadis pembawa bunga masuk, dan sambil berjalan mereka menaburkan kuntum-kuntum bunga. Mereka masih kecil dan lucu, dan seluruh mata tertuju pada mereka, kecuali Steve. Kemudian saya mendengar ia menghela nafas panjang. Karenlah yang menjadi pusat perhatiannya. Ia tidak memperhatikan gadis-gadis pengiring, ataupun gadis-gadis pembawa bunga. Ia sedang mengamati mempelai wanitanya. Pandangan Steve hanya tertuju kepadanya.
Gereja adalah calon mempelai Yesus Kristus, tunangan-Nya.
Dia mencintai gereja-Nya dengan pengurbanan diri, suatu kasih
yang tak berkesudahan. Dia mati untuk menebus gereja-Nya. Dan
hari itu semakin mendekat. Kristus akan segera kembali ke bumi
dan menjemput mempelai wanita-Nya. Perjamuan pernikahan Anak
Domba yang penuh sukacita akan segera diselenggarakan (
Sebagai bagian dari gereja, kita adalah mempelai wanita Kristus. Dia mengasihi kita. Mata-Nya tertuju hanya pada kita.
Apakah mata kita tertuju hanya kepada-Nya? --DCE