Kejadian 50:21
50:21 Jadi janganlah takut, aku akan menanggung makanmu dan makan anak-anakmu
juga." Demikianlah ia menghiburkan mereka dan menenangkan
hati mereka dengan perkataannya.
Imamat 19:17
19:17 Janganlah engkau membenci saudaramu di dalam hatimu,
tetapi engkau harus berterus terang
menegor orang sesamamu dan janganlah engkau mendatangkan dosa kepada dirimu karena dia.
Imamat 20:10
20:10 Bila seorang laki-laki berzinah dengan isteri
orang lain, yakni berzinah dengan isteri sesamanya manusia, pastilah keduanya dihukum mati,
baik laki-laki maupun perempuan yang berzinah itu.
Hosea 2:14
2:14 (2-13) "Sebab itu, sesungguhnya, Aku ini akan membujuk dia
1 , dan membawa dia ke padang gurun,
dan berbicara menenangkan hatinya.
Matius 1:19
1:19 Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya
dengan diam-diam.
Yohanes 8:4-5
8:4 Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus: "Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah.
8:5 Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian.
Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?"
Yohanes 8:11
8:11 Jawabnya: "Tidak ada, Tuhan." Lalu kata Yesus:
"Akupun tidak menghukum engkau 2 . Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang."
Galatia 6:1
Saling membantulah kamu
6:1 Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani,
harus memimpin orang itu ke jalan yang benar
dalam roh lemah lembut
3 , sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan.
1 Full Life: SEBAB ITU ... MEMBUJUK DIA.
Nas : Hos 2:13
Hosea berpindah-pindah di antara peringatan akan hukuman dan
janji-janji harapan dan pemulihan. Kedua ucapan "sebab itu" sebelum ini
(ayat Hos 2:5,8) berbicara tentang hukuman; kini Allah menyatakan
sebuah kontras yang besar dan menakjubkan. Dalam kasih karunia-Nya Ia masih
akan memanggil Israel untuk kembali. Sebagaimana pada saat keluaran ketika
Allah mengeluarkan umat-Nya dari Mesir ke padang gurun untuk memberi
hukum-Nya dan menuntun mereka ke tanah perjanjian, demikian pula Ia akan
mengeluarkan mereka lagi dari keadaan dosa mereka memasuki padang gurun
yang baru, di mana Ia akan menuntun, mengajar, dan memulihkan mereka.
1 Full Life: AKUPUN TIDAK MENGHUKUM ENGKAU.
Nas : Yoh 8:11
Sikap Yesus ini menunjukkan tujuan-Nya dalam menebus umat manusia
(Yoh 3:16). Dia tidak menghukum wanita tersebut sebagai orang yang
tidak layak diampuni, tetapi menghadapinya dengan lembut dan kesabaran
supaya menuntunnya kepada pertobatan. Bagi dia keselamatan akan tersedia
jikalau meninggalkan "kehidupan berdosa", yaitu tinggalkan perzinaan dan
kembali kepada suaminya (bd. Luk 7:47).
- 1) Akan tetapi, merupakan penghujatan bila memakai kata-kata ini untuk
beranggapan bahwa Yesus menganggap remeh dosa perzinaan dan kesedihan
yang disebabkannya baik untuk orang-tua maupun anak-anak.
- 2) Yang ditawarkan Yesus kepada wanita ini adalah keselamatan dan jalan
ke luar dari kehidupan berdosa. Hukuman-Nya menantikan wanita itu kalau
dia menolak untuk bertobat dan masuk ke dalam kerajaan Allah
(Rom 2:1-10).
1 Full Life: HARUS MEMIMPIN ... DALAM ROH LEMAH LEMBUT.
Nas : Gal 6:1
Kata "memimpin" dalam bahasa Yun. _katartizo_ berarti "memulihkan".
Kata ini dipakai dalam PB untuk membetulkan jaring atau jala (Mat 4:21)
atau menyempurnakan watak manusia (2Kor 13:11). Jadi, memulihkan
seorang berarti memimpin orang itu kembali kepada pertobatan yang benar dan
penyerahan sepenuhnya kepada Kristus dan ajaran-ajaran-Nya. Hal ini mungkin
meliputi tindakan disiplin
(lihat cat. --> Mat 13:30)
[atau ref. Mat 13:30]
yang dilaksanakan dengan "lemah lembut".
- 1) Paulus tidak berbicara mengenai dosa-dosa serius yang merusak citra
jemaat di hadapan umum (bd. 1Kor 5:5). Dosa-dosa semacam itu mungkin
memerlukan tindakan pengucilan sementara dari persekutuan jemaat sebelum
dipulihkan kembali (1Kor 5:11).
- 2) Pemulihan yang disebutkan Paulus di sini tidak menunjuk kepada
pemulihan kepada kedudukan pemimpin atau guru dalam gereja. Syarat dan
standar bagi mereka yang ingin melayani dalam kedudukan kependetaan
meliputi lebih daripada keadaan rohani seseorang sekarang ini. Hal ini
menuntut bakti kesetiaan yang tekun terhadap prinsip-prinsip Allah untuk
kebenaran supaya mereka dapat menjadi teladan bagi orang percaya
(1Tim 4:12;
lihat art. SYARAT-SYARAT MORAL PENILIK JEMAAT).