Yudas 1:1-2
Konteks1 Samuel 17:2
Konteks17:2 Saul dan orang-orang Israel juga berkumpul dan berkemah di Lembah Tarbantin; h mereka mengatur barisan perangnya berhadapan dengan orang Filistin.
Mazmur 56:6
Konteks56:6 (56-7) Mereka mau menyerbu, z mereka mengintip, mengamat-amati langkahku, a seperti orang-orang yang ingin mencabut nyawaku. b
Yesaya 47:11
Konteks47:11 Tetapi malapetaka n akan menimpa engkau, engkau tidak tahu mempergunakan jampimu terhadapnya; bencana akan jatuh atasmu, engkau tidak sanggup menampiknya dengan mempersembahkan korban; kebinasaan akan menimpa engkau dengan sekonyong-konyong, o yang tidak terduga olehmu.
Kisah Para Rasul 23:12
KonteksKisah Para Rasul 23:21
Konteks23:21 Akan tetapi janganlah engkau mendengarkan mereka, sebab lebih dari pada empat puluh orang x dari mereka telah siap untuk menghadang dia. Mereka telah bersumpah dengan mengutuk diri, bahwa mereka tidak akan makan atau minum, sebelum mereka membunuh dia; y sekarang mereka telah siap sedia dan hanya menantikan keputusanmu."
Kisah Para Rasul 23:1
Konteks23:1 Sambil menatap anggota-anggota Mahkamah Agama, w Paulus berkata: "Hai saudara-saudaraku, x sampai kepada hari ini aku tetap hidup dengan hati nurani y yang murni 2 di hadapan Allah."
Kisah Para Rasul 5:2
Konteks5:2 Dengan setahu isterinya ia menahan sebagian dari hasil penjualan itu w dan sebagian lain dibawa dan diletakkannya di depan kaki x rasul-rasul.


[1:2] 1 Full Life : RAHMAT ... MELIMPAHI KAMU.
Nas : Yud 1:2
Kata "melimpahi" (Yun. _plethuno_) secara harfiah berarti "menjadi berlipatganda". Pada saat kita menghampiri Allah, rahmat, sejahtera, dan kasih-Nya menjadi lipat dua, lipat tiga bahkan lipat empat.
[23:1] 1 Full Life : DENGAN HATI NURANI YANG MURNI.
Nas : Kis 23:1
Hati nurani merupakan kesadaran batiniah yang bersaksi kepada kepribadian kita mengenai betulnya atau salahnya tindakan kita. "Hati nurani yang murni" memberikan keputusan bahwa kita tidak berbuat salah kepada Allah atau kehendak-Nya. Pernyataan Paulus ini (tampaknya menunjuk kepada hidupnya di hadapan masyarakat) diucapkan dengan sungguh-sungguh; perhatikan Fili 3:6 di mana ia menyatakan bahwa "tentang kebenaran dalam menaati hukum Taurat aku tidak bercacat." Sebelum bertobat, Paulus bahkan percaya bahwa dirinya sedang menaati kehendak Allah dengan menganiaya orang percaya (Kis 26:9).
Penyerahan Paulus kepada Allah, tekadnya yang kuat untuk menyenangkan Allah, dan kehidupannya "yang tak bercacat" sebelum bertobat memalukan dan menghukum orang percaya yang memberi alasan untuk ketidaksetiaan mereka kepada Kristus dengan mengatakan bahwa semua orang berbuat dosa dan mustahil untuk hidup di hadapan Allah dengan hati nurani yang murni.