IMAM DAN ORANG LEWI
IMAM DAN ORANG LEWI [browning]
Dalam PL para imam adalah perantara antara umat dan Allahnya yang berkuasa. Fungsi utamanya adalah membawakan *korban-korban, dengan tugas tambahan mengajarkan hukum Taurat. Demikianlah sampai masa *pembuangan. Mereka juga mempunyai tugas mengurusi *Urim dan *Tumin, yaitu batu undi kudus, yang dibawa para iman dalam kantung depan pakaian mereka (Kel. 28:30). Selama masa para hakim, imam dari suku *Lewi sangat dihormati (Hak. 17:10). Pada waktu peribadahan dipusatkan di Yerusalem, tempat-tempat peribadahan lokal ditutup dan banyak orang Lewi yang bukan keturunan langsung dari *Harun tidak mempunyai pekerjaan (Ul. 12:12 dyb.) dan mereka tidak diterima di Yerusalem sebagai imam sesungguhnya. Mereka itu dicurigai tercemar oleh peribadahan Kanaan di kuil-kuil pedesaan, sehingga mereka ditempatkan pada status yang rendah (Yeh. 44:10-14). Imam pada kedudukan lebih tinggi adalah keturunan *Zadok (Yeh. 48: 11). Dalam tulisan-tulisan sesudah *pembuangan (Mal. 2:4-7) para imam dan orang Lewi sama-sama dianggap keturunan Lewi dan orang-orang Lewi ini yang dibedakan dari para imam, mempunyai tugas-tugas penting dalam melayani peribadahan (1Taw. 16:4-27) dan dalam pengajaran (2Taw. 17:7-9). Dalam PB pembedaan antara para imam dan orang Lewi itu dipertahankan (Luk. 10: 31-32).
Imam-imam kepala bersama *tua-tua bangsa dan para ahli Taurat, merupakan *Sanhedrin (mahkamah tertinggi keagamaan) di Yerusalem (Mrk.14:55), ke mana Yesus dihadapkan sebelum diserahkan untuk dijatuhi hukuman oleh *Pilatus. Para imam kepala adalah anggota keluarga imamat dan dari antara mereka dipilih 'Imam Besar' (*Kayafas, Mat. 26:3). Dalam PB keseluruhan persekutuan orang Kristen dimengerti sebagai suatu 'imamat rajani' (lPtr. 2:9), bukan dalam arti suatu keimaman yang memerintah secara tiranis, melainkan sebagai suatu persekutuan yang ditugasi seperti seorang raja yang menyalurkan berkat kepada dunia dan membawa korban-korban rohani.

