Daftar Isi
BROWNING: INSPIRASI VERBAL

INSPIRASI VERBAL

INSPIRASI VERBAL [browning]

Teori bahwa Allah menginspirasikan para penulis naskah Alkitab begitu rupa, sehingga mereka harus menuliskannya demikian dan tidak lain. Teori ini dipegang oleh interpretasi Kitab Suci, baik Yahudi maupun Kristen dalam waktu terpanjang. Maka teori ini harus dibedakan dari teori inspirasi modern yang menempatkan intervensi Allah itu dalam peristiwa-peristiwa sejarahnya daripada dalam ceritanya (*Heilsgeschichte). Teori inspirasi verbal juga berbeda dari teori-teori yang menempatkan pekerjaan *Roh dalam imajinasi kreatif dari masing-masing penulis naskah Alkitab. Inspirasi verbal menekankan keunikan Kitab Suci (Rm. 3:2), yang disampaikan Allah sendiri (2Ptr. 1:21) dan diterima dalam bentuk itu juga oleh Yesus (Yoh. 10:35) dan oleh para *rabi. Interpretasi Yahudi tradisional memandang naskah Kitab Suci itu sebagai didiktekan oleh Allah dan oleh sebab itu, tidak ada salahnya, tidak berubah-ubah dan tidak pernah usang.

Interpretasi Kristen oleh Bapa-bapa Gereja dan sepanjang Abad Pertengahan berpendapat bahwa ada arti lain melampaui arti harfiah, terutama arti *alegoris, tetapi tetap arti harfiahnya yang paling mendasar dan yang diartikan secara konservatif. Para reformator Gereja menolak interpretasi alegoris, tetapi sangat mengutamakan kewibawaan Alkitab dalam pertentangan mereka dengan Roma. Tetapi, benturan doktrinal dengan Roma, dan perbedaan serius antara para reformator itu sendiri, menimbulkan interpretasi naskah Alkitab yang bersaingan dan juga kebebasan baru dalam mencari arti sebenarnya.

Pada abad ke-17 di Inggris, diragukan bahwa *Pentateukh ditulis oleh Musa. Di Jerman segera muncul penelitian sistematis dari bahasa, sejarah dan keaslian pengarang kitab-kitab Alkitab, maka lahirlah apa yang disebut *kritik Alkitab. Mereka yang beraliran inspirasi verbal, mengakui bahwa masing-masing pengarang mempunyai gaya dan dalam pada itu kitab-kitab Alkitab mewakili berbagai *jenis sastra yang berbeda-beda. Tetapi, kaum Evangelikal konservatif bersikukuh bahwa secara hakiki inspirasi harus menentukan keseluruhan ketetapan catatan historis dan kebenaran ajarannya. Konsili Vatikan I (1870) juga serupa, berpendapat bahwa inspirasi 'tidak mengizinkan kesalahan ... Tidak mungkin bahwa Allah sendiri salah'. Pandangan ini dihidupkan dan diperkuat pada waktu para petinggi Gereja menghancurkan modernisme Katolik Roma tahun 1907. Namun, ensiklik Paus, Divino Afflante Spiritus, September 1943, mengizinkan suatu pendekatan baru dan lebih terbuka dalam penelitian Alkitab Katolik Roma, yang didukung kuat oleh Komisi Alkitab Pontifical dalam suatu dokumen yang disebut Interpretasi Alkitab dalam Gereja (1995).

Kebanyakan ahli Alkitab modern berpendapat bahwa dokumen-dokumen Alkitab harus diteliti secara mendalam dengan menggunakan segala pengetahuan linguistik, *arkheologi dan ilmu sejarah. Bagi mereka ini, semua teori inspirasi verbal yang betapa terkikis atau diperbaiki sekalipun, tidak cocok dengan kebebasan ilmiah para ahli. Atas dasar seperti itulah kesetiaan kepada Yesus harus ditawarkan atau ditarik.




TIP #02: Coba gunakan wildcards "*" atau "?" untuk hasil pencarian yang leb?h bai*. [SEMUA]
dibuat dalam 0.07 detik
dipersembahkan oleh YLSA