Daftar Isi
BROWNING: SURAT-SURAT PASTORAL

SURAT-SURAT PASTORAL

SURAT-SURAT PASTORAL [browning]

Tiga surat PB yang ditempatkan setelah 1 dan 2 Tesalonika. Sejak Paul Anton (1726) menyebut kedua surat kepada Timotius dan Titus itu 'surat-surat pastoral', sebutan itu segera melekat. Sebutan ini memang cocok, karena perhatiannya untuk sejumlah keadaan pastoral dalam Gereja. Ada ancaman penganiayaan (2Tim. 4:6-8) dan ancaman murtadnya orang Kristen (2Tim. 4:10), namun orang-orang Kristen dianjurkan agar menjadi warga Negara yang taat pada hukum (Tit. 3:1). Tidak ada panggilan untuk memberontak. Dalam kehidupan Gereja penulis surat-surat ini prihatin terhadap kecenderungan-kecenderungan yang bersifat *Gnostik dan itu menyebabkannya menekankan kebaikan ciptaan Allah (1Tim. 4:4), dan kemanusiaan Kristus yang benar (1Tim 3:16).

Pretensi ketiga surat ini sebagai surat Paulus telah banyak dipersoalkan dalam penelitian PB selama 200 tahun. Tetapi, pandangan tradisional yang dikemukakan *Irenaeus pada akhir abad kedua masih dianut beberapa orang. Mempertahankan Paulus sebagai penulisnya harus menghadapi kesulitan, bahwa surat-surat ini melawan Gnotikisme -- yang menandakan suatu zaman yang kemudian dari zaman Paulus; lagipula, ada kesulitan bahwa organisasi pelayanan Gerejanya mencerminkan masa pasca Paulus. Gaya dan perbendaharaan katanya pun dinyatakan tidak khas Paulus, sekalipun tentu perbedaan-perbedaan ini dapat dijelaskan, bahwa Paulus menggunakan seorang sekretaris atau bahwa Paulus memang pandai berbahasa.

Berdasarkan pertimbangan bukti-buktinya, Surat-surat Pastoral itu adalah tulisan dengan nama samaran, sekalipun fragmen-fragmen dari surat-surat Paulus sendiri mungkin saja disisipkan, misalnya 2Tim 4:9-18. Untuk tanggal penulisannya dapat diusulkan sekitar 130 M, karena sudah dikenal oleh Polikarpus (sekitar 135 M). Tetapi tanggal menjelang akhir abad pertama juga mungkin, karena tata Gereja dari Surat-surat Pastoral itu mencerminkan tata Gereja dari Surat 1 Klemens (95 M). Suatu perkiraan tempat penulisan surat-surat ini, mungkin adalah *Efesus, di mana katanya Timotius tinggal (1Tim. 1:3).

Surat-surat Pastoral dapat disebut sebagai semacam pegangan untuk mengatur rumah tangga Allah. Di dalamnya tercermin tata bangunan dan kewibawaan dari suatu masyarakat yang teratur dan tata kehidupan dari dunia Yunani !!- Romawi di sekitarnya. Perempuan, misalnya dipandang sebagai berkedudukan lebih rendah (Tit. 2:5), tetapi hal itu berdasarkan firman Tuhan.




TIP #23: Gunakan Studi Kamus dengan menggunakan indeks kata atau kotak pencarian. [SEMUA]
dibuat dalam 0.07 detik
dipersembahkan oleh YLSA