Daftar Isi
BROWNING: ANTISEMITISME

ANTISEMITISME

ANTISEMITISME [browning]

Baik *Yohanes Pembaptis, maupun Yesus, mempersalahkan orang-orang Yahudi pada waktu itu, karena gagal mengindahkan pesan-pesan mereka, mengikuti tradisi nabi-nabi PL. Tetapi, Injil-injil dihimpun ketika hubungan antara umat Kristen dan orang-orang Yahudi, Gereja dan *sinagoga telah menjadi tegang, dan peringatan keras yang diarahkan Yesus kepada sesama-Nya orang Yahudi itu (Mat. 12:34) pada waktunya dilontarkan oleh orang-orang Kristen kafir kepada orang-orang Yahudi yang tidak beriman. Kecurigaan timbal-balik ini tercermin dalam Injil-injil. Tidak disangsikan bahwa Yesus mendapatkan perlawanan dari *ahli-ahli Taurat dan orang-orang *Farisi sejak awal pelayananNya (Mrk. 3:6), dan dalam *apokalypsis singkat Mrk. 13:9, murid-murid diperingatkan bahwa mereka akan mendapat sesahan di rumah-rumah ibadat (sinagoga). Tentu saja hal ini menjadi ancaman dalam sejarah. Setelah keruntuhan Yerusalem (70 M), terjadi pengucilan dari sinagoga (Yoh. 9:22; 16:2) dan di sekitar 85-90 M, para rabi di yavneh (atau *Yamnia) memasukkan ke dalam 18 doa berkat, yaitu nomor 12, suatu kutukan untuk kaum Nasrani dan Minim (bidat-bidat), dan ini mungkin telah memastikan perpecahan (antara Yahudi dan Kristen). Namun, tidak dapat dipastikan apakah tambahan ini diterima di mana-mana oleh semua orang Yahudi.

Dalam Kisah Kesengsaraan Yesus dapat dilacak adanya kecenderungan untuk menanggungkan kesalahan Romawi yang telah menjatuhkan vonis *penyaliban Yesus lebih kepada para pemimpin Yahudi. Hal ini untuk memperingan tanggung jawab Pontius Pilatus, pejabat Romawi, yang telah mempersalahkan Yesus dengan rasa segan. Dalam Mat. 27:25, saran orang banyak, 'Biarlah darah-Nya ditanggungkan atas kami dan atas anak-anak kami!', telah digunakan sebagai provokasi ampuh untuk antisemitisme di sepanjang zaman. Namun, pernyataan Matius yang mustahil bahwa 'semua umat' hadir (suatu hal yang tidak mungkin!) dalam *praetorium (rumah dinas gubernur Romawi) merupakan alasan kuat untuk menganggap bahwa seruan itu tidak historis. Lukas juga memperingan tanggung jawab Romawi dengan mencatat pengaduan *kepala pasukan Romawi pada saat kematian Yesus, bahwa Ia adalah orang benar (Luk. 23:47). Antisemitisme yang paling ekstrem dikemukakan oleh Yoh. 8:44, yang menyatakan dan menganggap orang-orang Yahudi sebagai anak-anak *Iblis. Kebencian dan sikap kurang ramah jarang disetujui begitu saja oleh Paulus, seorang bekas Yahudi (Rm. 9-11).




TIP #22: Untuk membuka tautan pada Boks Temuan di jendela baru, gunakan klik kanan. [SEMUA]
dibuat dalam 0.07 detik
dipersembahkan oleh YLSA