20 April 2004

Tersesat Dalam Kabut

Topik : Iman/Keyakinan

Nats : Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri (Amsal 3:5)
Bacaan : Amsal 3:1-6

Saat itu kabut sangat tebal seperti uap sup kacang polong. Jarak pandang hanya sebatas beberapa meter, dan permukaan air danau tampak sebening kaca. Satu-satunya bunyi yang memecah keheningan adalah teriakan burung loon dari seberang danau.

Saya mendayung selama satu jam menyusuri pantai, berusaha memancing ikan di beberapa tempat yang berbeda. Namun tidak seekor ikan pun menggigit umpan kail saya! Maka saya memutuskan kembali ke pondok untuk minum segelas kopi. Saya sedang berada di mulut sebuah teluk kecil, yang saya tahu berada tepat di seberang pondok tersebut. Maka saya mulai mendayung lurus menyeberangi danau ke arah (yang saya kira) dermaga.

Menit-menit pun berlalu. Setelah mendayung selama satu jam, saya terkejut saat menyadari bahwa saya telah kembali berada di mulut teluk kecil tempat saya tadi mulai mendayung. Ternyata saya telah mendayung perahu memutar dalam kabut. Saya begitu yakin akan arah yang saya tuju, namun setelah satu jam mendayung, ternyata saya tidak mengarah ke mana pun! Seharusnya saya menggunakan kompas, bukannya mengandalkan kepekaan saya sendiri untuk menemukan arah.

Tiba-tiba terbersitlah Amsal 3:5 dalam benak saya, “Janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.” Tanpa Tuhan yang memimpin Anda menerobos kabut kehidupan, dan tanpa firman-Nya sebagai kompas, Anda hanya akan berputar-putar tanpa tujuan.

Maka, pastikanlah Amsal 3:6 menjadi semboyan hidup Anda: “Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu” —M.R. De Haan, M.D.



TIP #22: Untuk membuka tautan pada Boks Temuan di jendela baru, gunakan klik kanan. [SEMUA]
dibuat dalam 0.03 detik
dipersembahkan oleh YLSA